jump to navigation

DBD = Demam Berdarah Dengue September 4, 2010

Posted by deltawhiski in books, dbd, general, good book, pengalaman.
trackback

Awalnya adalah Hari Rabu sore, ketika Kezia pulang les sekitar jam 3-an, dia mengeluh badan tidak enak dan terasa meriang. Sebagaimana biasa kalau ada gejala meriang, kami hanya memberikan Tempra sebagai penurun panas.

Namun sekali ini Tempra tidak mempan. Biasanya setengah jam sejak diberi Tempra suhu badan agak menurun, namun yang terjadi suhu badan Kezia malah naik terus hingga 40C. Sekali ini kami memberikan “parasetamol sup”, penurun panas yang dimasukkan lewat anus. Kami memang selalu stand by parasetamol sup di kulkas hanya untuk jaga-jaga. FYI, biasanya efek sup ini bisa langsung dirasakan hanya dalam waktu 1-2 menit, sementara kalau obat minum perlu waktu sekitar setengah jam.

Ternyata demamnya alot juga, bahkan parasetamol sup pun tidak mempan, suhu badan Kezia sedikitpun tidak turun. Saya sudah mulai berpikir kalau-kalau ini bukan demam biasa. Oleh karena itu, pada malam harinya, kami membawa Kezia periksa ke dokter klinik 24 jam langganan keluarga di dekat rumah dengan harapan obat dokter sedikit lebih keras dan manjur.

Tetapi kenyataannya tidak juga, sepanjang Hari Kamis setelah diberi obat dokterpun, suhu badan Kezia tetap anteng di 39-40C. Sedemikian panasnya hingga sekujur tubuhnya juga panas. Bahkan sampai bagian tangan atau kakinya dimanapun terasa sangat panas. Kami hanya mengandalkan kompres kepala terus menerus agar panas yang berlebih-lebihan jangan sampai merusak sel-sel otak.  Demikianlah sehingga pada malam harinya saya memutuskan membawa Kezia periksa darah ke lab.

Dalam banyak kasus, memeriksakan diri ke laboratorium terlebih dahulu, kemudian baru membawa hasil lab ke dokter akan sangat membantu. Saya meminta Kezia di-test darah lengkap, test Dengue NS1, dan test Thypus. Hasil test darah Kezia masih bagus, trombosit masih di level 184 ribu (normal 150 – 400 ribu), tetapi test Dengue NS1 dan thypus positif. Satu hal yang agak mengherankan adalah mengapa DBD dan thypus selalu bisa kena berbarengan. Itu mengapa dulu banyak dokter yang salah mendiagnosa penderita DBD sebagai penderita thypus saja.

Berbekal hasil lab tersebut, pada Hari Jumat pagi-pagi kami membawa Kezia ke RS Royal Taruma periksa dokter spesialis anak, sudah siap-siap dengan satu tas baju ganti kalau-kalau harus dirawat inap. Benar saja, hanya dengan melihat sebentar saja dan mengandalkan hasil lab yang sudah ada, dokter anak sudah langsung memvonis harus rawat inap dengan indikasi Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).

DHF pertama kali diidentifikasi pada tahun 1779 dan menjadi pandemi di Asia Tenggara pada tahun 1950. Walaupun sudah lama teridentifikasi, namun hingga saat ini belum ditemukan obat dan vaksin untuk mengobati maupun yang efektif mencegah DHF.

Pengobatan yang dilakukan hanya bersifat supportive therapy, guna mengurangi rasa sakit, rasa mual, dan demam penderita. Disamping itu tindakan medis lain hanya infus larutan ringer laktat untuk memastikan pasien tidak mengalami dehidrasi. Perawatan dan penanganan rumah sakit segera diperlukan bagi pasien yang mengalami syok (Dengue Shock Syndrome=DSS). Penyembuhan yang sesungguhnya sebenarnya mengandalkan self healing dari tubuh pasien sendiri.

Gejala umum DHF adalah demam dengan grafik seperti pada gambar. Gejala lain kepala berat atau pusing, sakit pada sendi dan otot, nyeri menelan, batuk, perut tak nyaman atau nyeri dibarengi mual, muntah ataupun diare, demam, perdarahan, dan syok.

Siklus demam DBD memiliki kekhasan, turun naik dengan pola menyerupai bentuk pelana kuda. Anak mengalami fase demam tinggi antara 39-40° Celcius. Kemudian akan masuk ke dalam fase kritis dengan gejala demamnya menurun drastis (kembali ke 37° C).

Pada fase itu sering kali penderita diduga mulai sembuh. Padahal ia justru sedang mengalami shock syndrome yang ditandai dengan penurunan suhu tubuh tiba-tiba tadi, denyut nadi cepat dan lemah, gelisah, kesadaran menurun, ujung tangan dan kaki teraba dingin, bibir kebiruan, serta wajah pucatdan tubuh berkeringat.

Fase kritis ini juga sering disertai perdarahan (mimisan, timbul bintik merah pada kulit, perdarahan usus, muntah darah, gusi berdarah, darah pada tinja atau warnanya kehitarnan).

Syok dapat terjadi setelah 2 sampai 6 hari sejak gejala DBD timbul. Bila terjadi syok, DBD disebut juga Dengue Syok Syndrome atau DSS. Pasien dengan DSS yang tak tertangani biasanya berakhir dengan kematian.

Sebaliknya, bila fase kritis ini dapat dilewati, maka pada hari ke-6 dan ke-7 sejak gejala DBD muncul, anak akan memasuki fase penyembuhan. Demam yang tadinya turun akan naik kembali sebagai bagian dari reaksi tahap penyembuhan hingga akhirnya suhu tubuh kembali normal dan secara umum kondisi anak membaik. Anak terlihat aktif dan nafsu makan meningkat.

Mengapa Trombosit penderita DBD turun.

Trombosit adalah komponen darah yang bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah. Trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kecil dari sel darah merah(eritrosit) dan sel darah putih (leukosit), dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar.

Penderita DBD mengalami perubahan pada sifat dinding pembuluh darahnya yaitu jadi mudah ditembus cairan (plasma) darah. Perembesan ini terjadi sebagai akibat reaksi imunologis antara virus dan sistem pertahanan tubuh. Akibatnya, plasma masuk ke dalam jaringan berongga/longgar yang akan menimbulkan gejala, misalnya rasa tak enak di rongga perut jika terjadi penumpukan plasma di organ lambung. Perembesan cairan darah secara normal akan berhenti pada fase penyembuhan.

Sementara itu, kekentalan darah pun meningkat akibat kurangnya plasma. Jika tidak segera ditangani dengan asupan cairan -elektrolit, pasien akan mengalami syok. Cairan elektrolit membantu mengencerkan darah yang memekat sehingga oksigen dapat terus dialirkan ke setiap sel tubuh dan sindrom syok dapat dihindari.

Akibat lainnya, perembesan plasma yang terus-menerus menyebabkan penurunan jumlah trombosit dalam darah. Trombosit adalah komponen darah yang berfungsi dalam proses penggumpalan darah jika pembuluh kapiler pecah. Penurunan trombosit terjadi di hari keempat sampai kelima setelah gejala DBD muncul dan berlangsung selama 3-4 hari,

Jika jumlah trombosit terus menurun hingga tak dapat menghentikan rembesan plasma akibat bocornya pembuluh kapiler, maka terjadilah perdarahan. Risiko penurunan jumlah trombosit ditentukan oleh tingkat keparahannya.

Jika jumlah trombositnya kurang dari 60.000, risikonya adalah perdarahan. Kurang dari 20.000 risikonya yaitu perdarahan tiba-tiba. Lebih rendah dari 5.000  risikonya paling tinggi, yakni perdarahan otak. Kadar trombosit semakin menurun drastis bila terjadi perdarahan hebat.

Meski jumlah trombosit menurun, pasien dapat diselamatkan dengan asupan cairan dalam jumlah cukup. Setelah pasien melewati masa kritis dan memasuki masa penyembuhan, jumlah trombosit darah bisa normal kembali dengan cepat.

Trombosit Kezia sempat turun hingga 20.000 pada Hari Senin dengan kadar Hematokrit yang meningkat. Dokter memutuskan menambah infus cairan Hemacell guna mengencerkan darah.

Saat ini, laboratorium medis sudah bisa mendeteksi Dengue positif dengan cepat berkat sudah ditemukannya produk diagnostik yang bisa mendeteksi pasien DBD pada fase sangat awal.

Catatan. Test Dengue NS1 Ag Rapid test hanya efektif pada 2 hari pertama demam.

Saat ini Kezia sudah memasuki tahap pemulihan dan sudah kembali ke rumah. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi penderita DBD yang lain.


Suhu Hemoglobin Lekosit Hematokrit Trombosit
Wed, Aug 25 39 – 40C



Thu, Aug 26 39 – 40C



Fri, Aug 27 39 – 40C 13.1 5,300 40 184,000
Sat, Aug 28 39 – 40C 13 4,200 38.6 91,000
Sun, Aug 29 36 – 37C 13.8 3,000 40.3 62,000
Mon, Aug 30 36 – 37C 17.1 4,500 48.3 26,000
Tue, Aug 31 36 – 37C 15.1 7,600 42.4 20,000
Wed, Sep 1 36 – 37C 13.6 10,400 37.5 64,000
Thu, Sep 2 36 – 37C 12.4 6,900 35.7 56,000
Fri, Sep 3 36 – 37C



Sat, Sep 4 36 – 37C 12 5,700 37 345,000

Penyebaran penyakit DBD terutama adalah di negara-negara berkembang beriklim tropis dan sub tropis. Pada Bulan Februari 2002 terjadi wabah DBD di Rio de Janeiro yang melibatkan hampir 1 juta penderita terinfeksi dengan korban meninggal sebanyak 16 orang. Kasus terbaru yang terjadi di Thailand, dimana sejak Januari 2010 hingga Agustus 2010 telah mencapai jumlah penderita 57.940 orang dengan jumlah meninggal 70 orang. Dengan semakin berkembangnya pemahaman terhadap penyakit DBD ini, diharapkan korban meninggal bisa ditekan seminimal mungkin.

Suplemen / pengobatan alternatif

Sejak lama banyak orang mempercayai khasiat jambu biji, ang kak (beras merah), air kelapa muda, minuman isotonik, jus buah kurma dalam mengobati penyakit DBD. Yang perlu dipahami bahwa kemampuan membantu “menaikkan trombosit” sangat berbeda dengan kemampuan “menahan  laju penurunan trombosit”. Berdasarkan pengalaman pada kasus DBD Kezia diatas, walaupun sejak hari pertama sudah diberi minum berbagai minuman / buah suplemen, sepertinya tidak efektif menahan laju penurunan trombosit.

“Ada karakter demam berdarah yang tak bisa diintervensi.” Pada saat trombosit melaju turun, cairan infus, jus jambu, minuman isotonik, ataupun transfusi darah tak mampu mengerem penurunan itu sampai menuju titik nadir selama 1-2 hari. Agaknya ini adalah periode kamikaze, serangan habis-habisan kawanan virus sebelum mereka mati digempur sel-sel antibodi tubuh pasien. Ketika titik nadir jumlah trombosit terlampaui, barulah perlahan-lahan pasien menunjukkan tanda pemulihan. Sel-sel yang memproduksi trombosit bekerja kembali hingga kualitas darah normal lagi. Pasokan cairan, bisa cairan ringer lactat atau natrium klorida, berperan membantu pasien untuk bertahan melewati periode krisis ketika trombosit merosot ke titik nadir.

Namun apapun itu, pastikan penderita DBD minum sebanyak-banyaknya saja dan tetap menjaga asupan makanan untuk tetap menjaga daya tahan tubuh pasien.

Berbagai buku mengenai demam berdarah dengue bisa dibeli  di Jendelailmu.com.

Disclaimer: Artikel diatas adalah berdasarkan pengalaman pribadi, tidak dimaksudkan menjadi pengganti nasehat kedokteran ataupun informasi pengobatan.

Suhu Hemoglobin Lekosit Hematokrit Trombosit
Wed, Aug 25 39 – 40C
Thu, Aug 26 39 – 40C
Fri, Aug 27 39 – 40C 13.1 5,300 40 184,000
Sat, Aug 28 39 – 40C 13 4,200 38.6 91,000
Sun, Aug 29 36 – 37C 13.8 3,000 40.3 62,000
Mon, Aug 30 36 – 37C 17.1 4,500 48.3 26,000
Tue, Aug 31 36 – 37C 15.1 7,600 42.4 20,000
Wed, Sep 1 36 – 37C 13.6 10,400 37.5 64,000
Thu, Sep 2 36 – 37C 12.4 6,900 35.7 56,000
Fri, Sep 3 36 – 37C
Sat, Sep 4 36 – 37C 12 5,700 37 345,000

Comments»

1. akim - September 20, 2010

Thanks bwt informasi ini.. Kebetulan tunangan saya sedang terserang DB n Tyhpus…ini hari ke 5 d RS dan trombositnya masih 27000..padahal suhu badannya sudah di 37,4 C..kalo berdasarkan pengalaman diatas,,pasien saya sedang di fase kritis ya..tinggal menunngu kapan trombositnya bisa naik..

Dengan informasi ini,,kami sangat terbantu sekali mengatasi Dengue ini..mudah2an besok semakin lebih baik..
Terima kasih banyak…
Gbu

2. ryan - January 3, 2012

makasi buat infonya,,,semoga cepat sembuh yaaaa……

3. Aang Abdurrahman - January 9, 2012

terima kasih atas informasi yang bermanfaat ini, semoga dapat dijadikan pedoman bagi kita dan keluarga jika sewaktu-waktu mengalami hal yang serupa

4. kurakuraninjagirl - January 9, 2012

ya tuhan anak ku seperti itu , tp gg sampai mengeluarkan darah,,saya pun tidak membawa anak saya ke RS ..
akhirnya anak saya pun sembuh , tetapi saya tidak tahu trombositnta masih menuru apa membik ??????

5. redy - January 9, 2012

Infonya bermanfaat sekali…

6. endra - June 18, 2012

terimakasih.., informasinya sangat berguna bagi referensi sakitnya anak kami

deltawhiski - June 18, 2012

Kami turut mendoakan agar anak Pak Endra segera pulih.

7. Nafri - November 15, 2012

Pembahasan yg bagus n informatif.
Saat ini saya sedang di RS menemani istri saya yg sedang hamil 8 bulan n sudah terserang DBD selam 7 hari. Menurut pengalaman istri sudah melewati 3 fase dimana 3 hari pertama demam tinggi 38-39 C, hari ke 4 menurun sampai 35-36C, hari ke 5 demam hingga 38C lalu hari ke 6-7 sudah normal di 35-36C.
Akan tetapi seiring waktu trombosit menurun dari hari 1 senilai 292ribu, lalu dihari ke 2 menjadi 197ribu, turun lagi 160ribu sampai di hari ke 7 ini menjadi 72 ribu,.saya khawatir akan kesehatn istri dan anak kami,.rebusan daun jambu, jus buah jambu, sari kurma, madu, air putih juga sudah kami konsumsi,.
apa punya pengalaman serupa? mohon infonya

deltawhiski - November 15, 2012

Bung Nafri, kalau istri Anda sudah memasuki hari ke-7, seharusnya sudah menuju fase kesembuhan. Trombosit diangka 72 ribu-an memang dibawah normal, tetapi seharusnya tidak terlalu menguatirkan; apalagi ini sudah di hari ke-7 yang seharusnya hari-hari kedepan akan meningkat dengan pesat.

Fase virus DBD menguras trombosit adalah di hari 1 – 5, jadi mudah-mudahan tidak ada yang perlu dikuatirkan lagi. Coba tunggu hasil cek darah besok, dan biasanya kalau 2 hari berturut-turut angka trombosit menunjukkan peningkatan, pasien sudah diperbolehkan pulang.

Saya turut mendoakan semoga istri Bung Nafri cepat sembuh.

8. liza - December 24, 2012

Terimakasih banyak, informasinya sangat berguna bagi keluarga penderita DBD…
Biasanya keluarga sering bingung dan bertanya2 mengapa sdh diobati tapi kok panasnya tidak turun jg…
terimakasih.

9. rizal - February 26, 2013

Trima kasih infonya..sangat membantu. Istri saya sekarang lagi dirawat di rs sdh 2 hari dokter mendiagnosa DBD 3hari istri saya mengalami demam tinggi diatas 39 C dengan trombosit 90.000 baru hari ini istri saya suhu badannya kembai normal jadi 36 C tapi baru besok tes darah kembali untuk mengetahui trombositnya naik atau tidaknya.yang saya tanyakan apakah dengan turunnya suhu badan kembali normal apakah istri saya bisa dikatakan sembuh dan akan kembali normal kembali trombositnya.

10. siti latifah y - March 31, 2013

Oĸế (-͡. •͡)(y)..benar2 sangat membantu kami, anak kami dua-duanya masuk rs DB juga,Ɣªп̥̥G̲̣̣̣̥ besar smp rs syok. Tp alhamdulillah, berhasil melewati masa kritisnya. Saat ini dah masa peyembuhan alhamdulillah..makasih..

11. anita - July 13, 2013

Anak sy demam dg suhu 39C dr kamis..jmt dibw ke bidan tp panas Ġά trn2..td sbt pg sy bawa ke RS..dan jg test lab NS I..hasilx negatif..apakah sdh akurat itu ya..tks sharingx..

12. cara menaikkan trombosit - February 14, 2014

ijin sharing info dengan pembaca, untuk menaikkan trombosit pasien dbd bisa menggunakan susu powermix sunhope


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,312 other followers

%d bloggers like this: