jump to navigation

Kematian, (mungkin) adalah hadiah terbaik bagi kehidupan January 7, 2010

Posted by deltawhiski in filosofi, Uncategorized.
1 comment so far

Menjelang pergantian tahun 2010, Indonesia ditinggal dua anak bangsa terbaik, Gus Dur, mantan presiden Indonesia ke-4 dan Frans Seda, mantan menteri perekonomian pada jaman Presiden Soekarno dan Presiden Suharto.

Setiap kematian selalu meninggalkan duka terutama bagi orang dekat yang ditinggalkan, padahal semua orang dipastikan tahu, satu-satunya titik perhentian yang pasti dari kehidupan yang kita jalani adalah kematian.

Kematian mengubur banyak hal, terutama hal-hal buruk yang pernah dilakukan sehingga menyisakan yang baik-baik saja.  Kematian Gus Dur mengingatkan orang lagi akan jasa-jasanya bagi negara, bagi komunitas Islam, bagi komunitas Tionghoa dan sebagainya. Tidak terkecuali lawan politik yang sebelumnya berperan menjungkalkannya dari kursi kepresidenan tidak mau ketinggalan melontarkan pujian bagi Gus Dur.

Bahwa Gus Dur pernah dianggap mengkhianati negara dengan mengeluarkan dekrit presiden yang pada masa itu banyak ditentang, dicela, bahkan diabaikan oleh TNI pada saat itu seakan-akan terhapus seketika.

Sudah lama diketahui, bahwa karya seni seseorang akan menjadi bernilai tinggi setelah seniman yang bersangkutan meninggal dunia. Vincent Van Gogh, pelukis besar yang hidup pada abad ke-18 semasa hidupnya malah dianggap setengah gila oleh banyak orang. Jauh setelah kematiannya, sekarang semua kritikus seni menyebut orang ini jenius.

Pelayaran Laksamana  Cheng Ho yang gagah berani menjelajahi bagian dunia yang belum pernah terjamah manusia, pada masanya juga ditentang habis-habisan oleh kaum cendikiawan di Kerajaan Cina pada masa itu.

Setiap orang,  seberapapun hebatnya, ada masanya. Tuhan menciptakan alam semesta ini sedemikian sempurna sehingga tidak melupakan bahwa setiap kehidupan pun ada siklus awal dan akhirnya. Hanya Tuhan yang mempunyai jawaban mengapa sampai satu titik, sel tubuh manusia berhenti membelah diri, juga berhenti memperbaharui dan memperbaiki diri sebagaimana terjadi sejak manusia masih di dalam rahim ibunya.

Karena tahu suatu waktu harus mati membuat orang takut untuk berbuat salah. Karena tahu pasti akan mati membuat orang untuk berusaha menjadi orang baik.  Karena tahu nanti akan mati, orang-orang menjadi taat beragama.

Bagaimanapun juga, kematian seseorang akan meninggalkan dan menyisakan ruang bagi yang hidup untuk tumbuh dan berkembang menjadi orang yang lebih baik. Kematian juga melepaskan yang hidup dari tanggung jawab dan kewajiban yang berkepanjangan.

Bahkan bagi yang mati sendiri pun, dalam banyak kasus justru membebaskan yang bersangkutan dari rasa sakit, penderitaan di dunia ini. Sesungguhnya, kematian hanya memisahkan raga yang mati dengan orang-orang yang ditinggalkannya. Adapun kenangan, hasil karya, buah pikirannya tetap hidup abadi bersama orang-orang yang mencintainya.

Tulisan ini didedikasikan kepada sahabat-sahabatku yang ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya.

Pertukaran October 11, 2008

Posted by deltawhiski in filosofi, opinion.
add a comment

Ada seorang motivator yang suka melontarkan pertanyaan “Apa yang membedakan seorang yang sangat-sangat ingin sukses kemudian menjadi sukses dengan seorang lain yang sangat-sangat ingin sukses namun tidak sukses?”

Jawabannya ACTION.


Perhatian, pertanyaan ini adalah pertanyaan menjebak karena pada akhir sesi sang motivator akan menjual sesuatu dan berharap Anda secara psikologis terjebak pada pernyataan yang sudah Anda sepakati dari awal yaitu action.

Apa yang dilakukan sang motivator sah-sah saja dan brilliant dipandang dari sudut selling skill. Apakah action yang sama memberi hasil yang sama sementara action yang berbeda memberi hasil yang berbeda?

Konon, perantau Tionghoa di Indonesia bermigrasi ke Indonesia sejak beberapa abad yang lalu, ada juga yang baru beberapa dekade yang lalu. Siapapun mereka, pada jaman dahulu kala sebelum ada pesawat terbang, belum ada telepon, apalagi internet, berlayar dari negeri Tiongkok ke Indonesia sungguh pengalaman yang tak terbayangkan. Siapapun mereka, memberanikan diri berlayar meninggalkan tanah kelahiran ke tanah seberang yang memakan waktu berbulan-bulan sungguh membutuhkan keberanian dan tekad yang luar biasa. Apakah bisa disebut mereka-mereka ini “sangat-sangat ingin sukses” kemudian memilih action yang memungkinkan mereka sukses? Saya rasa begitu.

Namun apakah semua dari mereka yang gagah berani dan sama-sama mengambil action yang sama kemudian sama-sama sukses?

Rupanya tidak. Hanya segelintir dari perantau Tionghoa benar-benar sukses dan sebagian besar lainnya tetap hidup di level rata-rata saja. Tidak sedikit pula yang tetap saja miskin.

Bagi pendukung action boleh saja berargumen bahwa setelah sampai di Indonesia mereka masih perlu action-action berikutnya lagi agar bisa survive dan sukses. Namun saya mempunyai pemahaman lain bahwa kunci sukses yang penting bukan action-nya melainkan PERTUKARAN yang diberikan.
(more…)

Mendikte Tuhan February 22, 2008

Posted by deltawhiski in filosofi, opinion.
8 comments

Biasanya pada awal tahun, banyak orang membuat “resolusi” atau niatan. Tahun ini harus begini, harus begitu. Harus mendapatkan ini, harus mendapatkan itu dsb.

Tidak ada yang salah sih dengan semua keinginan dan harapan yang baik-baik. Bahkan motivator sering menyarankan agar orang harus bisa membayangkan apa yang diinginkan, dan mempunyai hasrat yang sangat-sangat mendalam, maka keinginan Anda akan terwujud.

Saya pernah mendengar seorang bijak menyebutkan “…jika semua orang bisa sukses hanya dengan membayangkan dan memimpikan sukses, maka dunia ini sudah dipenuhi dengan orang-orang sukses…” (more…)

Big Boss November 30, 2007

Posted by deltawhiski in filosofi, opinion.
1 comment so far

Siapakah big boss Anda?
Apa yang Anda ketahui mengenai big boss Anda?

Kebanyakan orang bisa menyebutkan bahwa big boss-nya maha pengasih lagi maha penyayang, maha tahu, maha adil, maha pemurah, dan maha-maha lainnya.

Are you sure friend? Big boss yang dimaksud di sini adalah yang Anda sebut Tuhan atau Allah.

Jika Anda yakin Tuhan Anda maha pemurah, maha pengasih dan maha-maha lainnya, mengapa jika ada yang sedang tertimpa musibah dikatakan Tuhan sedang memberi cobaan, Tuhan sedang marah kepadanya.

Jika manusia meyakini Tuhan adalah maha segala-galanya, mengapa Anda perlu “memaksakan” orang lain mengikuti keyakinan atau memeluk agama yang Anda yakini (dalam pernikahan misalnya). Apakah manusia ini menganggap Tuhan kurang kemampuannya “memaksakan” dibanding manusia biasa.

Jika manusia mempercayai Tuhan itu maha tahu, mengapa masih ada manusia yang mencela, memusuhi, bahkan mengucilkan orang lain yang mempunyai cara beribadat yang dianggap berbeda. Jangan-jangan orang demikian meragukan “kemahatahuan” Tuhan sehingga dia yang merasa perlu mendahului Tuhan.

Setiap tindakan yang mengatasnamakan Tuhan atau Allah sangat bisa diartikan penghinaan terhadap kemampuan Tuhan. Mau membela Tuhan; Ha ha ha…, apalah yang bisa dilakukan oleh manusia biasa yang bisa dibandingkan dengan ke-maha-anNya. Tuhan Allah itu sedemikian agung, sedemikian berkuasa, sedemikian bijaksana sehingga tidak perlu dibela pun pasti selalu benar dan menang.

Kalau masih ragu, silakan tanya diri sendiri seberapa mendalam Anda mengenal Tuhan Allah Anda.

Agama, bagi sebagian besar orang-orang jaman sekarang tidak lebih dari sekedar sekumpulan tata cara, tradisi, dan kebiasaan.

Tata cara, tradisi, dan kebiasaan yang seharusnya dipakai untuk “bersyukur” atas kemurahan Tuhan juga sudah bergeser menjadi peraturan, hukum, dogma yang harus ditaati dan dilaksanakan.

Bagi orang-orang demikian, agama bukan lagi menjadi pedoman tentang bagaimana cara berperilaku yang beretika serta penuh kasih terhadap sesama, melainkan agama sudah menjadi sekumpulan pedoman dan patokan mengenai waktu beribadah, bagaimana cara beribadah, pakaian yang pantas untuk beribadah, persembahan sekian persen baru diberkati Tuhan dan sebagainya dan sebagainya.

Memangnya ada Tuhan orang-orang tertentu yang begitu “mata duitan”.

Mungkin dunia ini sudah terlalu tua, dan agama-agama yang bertahan hingga hari ini adalah peninggalan kedatangan Tuhan / Nabi ribuan tahun yang lalu.

Di dalam buku Celestine Prophecy disebutkan, agama tertentu baik dan cocok untuk jamannya.

Bisa jadi memang betul begitu, apakah itu dunia yang sudah terlalu maju atau agama yang sudah terlalu ketinggalan. Tidak mengherankan akhir-akhir ini muncul berbagai aliran kepercayaan dan kebangkitan spiritual baru di berbagai antero dunia. Aliran kepercayaan dan kebangkitan spiritual adalah gaya bahasa yang dipakai karena belum berani meng-klaim diri sebagai agama.

Dalam hal ini Indonesia juga tidak ketinggalan, dalam setahun terakhir muncul beberapa orang yang mengaku nabi, titisan Tuhan, dan sebagainya.

Bagi orang-orang yang memegang teguh keyakinan pada agama lama, kemunculan “balon” (bakal calon) agama baru ini adalah ancaman dan pesan yang paling mudah dihembuskan adalah “aliran sesat” dan ganyang.

Sesungguhnya dalam semua kitab suci agama lama yang masih dipakai hingga saat ini, kejadian yang persis sama juga terjadi pada waktu kelahirannya dulu.

“Kita belajar dari sejarah, bahwa kita tidak pernah belajar apa-apa dari sejarah”.

Terlepas dari benar tidaknya, atau sesat tidaknya pembawa agama baru; kalaupun nantinya ada yang berhasil terus bertahan dan mencuat dan diakui sebagai nabi, paling tidak nama Indonesia sedikit terangkat karena menjadi tanah yang juga bisa melahirkan nabi-nabi.

Sedikit menghibur karena saat ini di mata dunia Indonesia cuma bisa melahirkan koruptor dan badut.

Reframing August 12, 2007

Posted by deltawhiski in filosofi.
1 comment so far

Anda bangun telat dipagi hari karena kemarin jam weker dimainin anak-anak dan lupa dihidupkan, menemukan kamar mandi sedang dipakai keponakan yang kemarin menumpang tidur. Tiba giliran saat Anda mandi, listrik mati sehingga pompa air tidak jalan sehingga Anda terpaksa hanya mandi dengan sisa air di bak mandi yang tinggal sedikit. Saat buru-buru mau berangkat kerja, baru ketahuan ban mobil kempes dan terpaksa menghabiskan 20 menit untuk mengganti ban serep. Karena terburu-buru, Anda menerobos lampu merah dan tepat dibalik pohon, sudah menunggu polantas yang sedari tadi menunggu ikan masuk. Sampai di halaman kantor, Anda menemukan tempat biasa Anda memarkir sudah ditempati mobil entah milik siapa. Tepat pada saat Anda menghidupkan komputer, sejenis virus time bomb baru saja diaktifkan dan segera menghapus seluruh isi harddisk Anda dalam sekejap. Office boy hari ini cuti lagi dan tidak ada yang membuatkan segelas kopi hangat seperti biasanya.

Banyak orang selalu menganggap dirinya kurang beruntung dalam berbagai hal. Karirnya kurang cemerlang dibanding saudara sepupunya, sekolahnya kalah favorit dibanding sekolah temannya, atasannya lebih galak dibanding atasan orang lain, gajinya lebih kecil dibanding juniornya, mobilnya sudah butut dan selalu mogok, partner bisnisnya bekerja lebih sedikit, bahkan handphone pacarnya lebih canggih dari punyanya sendiri dan sebagainya dan sebagainya.

If good things running bad, apa yang bisa kita lakukan.

Saya ingin sharing sebuah tools yang sangat powerful untuk turning bad situation to good, namanya Reframing. (more…)

Self Help July 30, 2007

Posted by deltawhiski in filosofi.
2 comments

There’s a sentence I like most,

“If you can take this life as it comes and give it your best, there will be something better afterwards”

Rahasia Alam, Rahasia Tuhan July 29, 2007

Posted by deltawhiski in filosofi.
13 comments

Anda percaya pada ramalan?

Saya mempercayai segelintir orang (entah) “mewarisi” atau “dianugerahi” kelebihan bisa melihat atau merasakan sesuatu yang bagi orang banyak lainnya tidak bisa.

Sebenarnya tidak ada yang luar biasa dalam hal ini, apa yang kita ketahui sebagai ramalan cuaca hari ini bagi manusia berabad-abad sebelumnya adalah sesuatu yang sangat diluar pengetahuan mereka saat itu. Meramalkan dengan tepat kapan akan terjadi badai, kapan meteor akan tabrakan dsb.

Saya kira Tuhan terlalu mahabesar untuk bisa dipahami, masih terlalu
banyak pekerjaan Tuhan yang tidak bisa dimengerti oleh manusia, masih
tersimpan sebagai rahasia Tuhan  menunggu digali oleh manusia.

Kembali kepada ramalan, yang lebih penting adalah bagaimana kita sebagai manusia menyikapi ramalan tersebut.

Konon, setiap tahun Tuhan memberikan kepada manusia masing-masing sebuah cawan untuk diisi. Besar kecilnya cawan tidak ada yang tahu persis. Jika sebelumnya kita banyak beramal dan berbuat baik, mungkin Tuhan akan memberikan cawan yang lebih besar. Sebaliknya, jika Tuhan menilai kita belum layak mendapat cawan besar karena masih ada “hutang” yang belum dibayar, atau masih sering iri dan dengki, bisa jadi Tuhan hanya memberi cawan kecil.

Kalau Anda pergi ke peramal, dia hanya bisa mengatakan “… tahun ini Anda akan mendapat rejeki besar…” kalau dia mendapat feeling Anda mendapat cawan yang besar. Sebaliknya, kalau sang peramal mendapat feeling Anda mendapat cawan yang kecil, dia paling mengatakan “…tahun ini Anda harus lebih bijaksana membelanjakan uang Anda…”.

Kembali ramalan tadi sebenarnya tidak terlalu penting, yang penting adalah bagaimana usaha kita bekerja dan bersungguh-sungguh mengisi cawan yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.

Jika cawan kita besar dan kita bekerja keras mengisinya, maka akan men-dapat hasil yang melimpah. Sebaliknya jika kita mendapat rejeki kelewat banyak sementara jatah cawan kita rupanya kecil, yang terjadi adalah isinya akan tumpah berupa pengeluaran yang tidak terduga, atau pengeluaran lain yang tidak perlu sehingga hasil akhir yang kita peroleh tidak terlalu banyak.

Mendapat cawan besar ataupun kecil menuntut manusia tetap bekerja keras untuk mengisinya. Kita tidak tahu batasnya sampai dimana, kita hanya bisa berharap semoga Tuhan menghargai jerih payah usaha kita dengan memberikan cawan yang lebih besar di masa yang akan datang.

Bagaimana dengan ramalan garis tangan. Betul saya juga lumayan percaya bahwa Tuhan sudah “menggariskan” rencanaNya pada setiap manusia, yang kita sebut nasib.

Tetapi saya menemukan sebuah pencerahan dari satu buku yang saya baca, bahwa kualitas hidup manusia ditentukan oleh 5 faktor:

  1. Takdir (kita dilahirkan dimana, dikeluarga kerajaan atau dikeluarga miskin)
  2. Peruntungan (kita diberi kandungan unsur-unsur yang berbeda, sehingga setiap orang mempunyai sifat, bakat bawaan yang berbeda)
  3. Pemilihan tempat tinggal dan tempat kerja
  4. Perbuatan baik (investasi spiritual)
  5. Pendidikan dan semangat kerja

Dari kelima faktor diatas, satu satunya yang kita tidak bisa memilih dan harus menerima apa adanya cuma faktor pertama. Ada orang yang dilahirkan di keluarga kaya, sejak kecil tidak pernah merasakan susah sementara ada orang yang dilahirkan dikeluarga miskin, kadang sudah miskin, yatim piatu lagi. Itulah takdir.

Selain yang pertama, sebenarnya keempat faktor lainnya memberi kesempatan kita untuk memilih.

Betul sekali setiap orang mempunyai peruntungan yang berbeda-beda, tetapi perhatikan bahwa perbedaannya lebih tergantung kecocokan. Ada orang yang lebih cocok (berbakat) menjadi olahragawan, ada yang lebih cocok jadi ilmuwan. Galilah dan rasakanlah Anda mempunyai talenta terbaik dibidang apa dan lakukanlah yang terbaik disana.

Bibit yang baik jika disemai ditanah yang subur hasilnya pasti akan jauh lebih baik dibandingkan jika disemai ditanah yang gersang dan berbatu. Mati mungkin tidak tetapi hasilnya juga tidak maksimal. Tanah yang subur atau tanah yang gersang adalah analogi untuk pemilihan tempat tinggal dan tempat usaha.

Terlepas Anda mau mempercayai feng shui atau tidak, tetapi kita sebagai manusia bebas menentukan tempat kerja maupun tempat tinggal, arah dan lokasi yang dirasa paling nyaman.

Faktor keempat dan kelima cukup jelas, bahwa mau jadi orang baik, mau menjadi orang terpelajar atau sebaliknya semua adalah pilihan kita sendiri.

Jadi, jika seseorang diramalkan akan menjadi orang kaya, kemudian orang tersebut menjadi santai dan malas, mungkin saja ybs tidak jatuh miskin. Paling tidak masih bisa terus bergaul dengan orang kaya, menjadi kacung (pesuruh) mereka.

Sebaliknya jika seseorang yang dilahirkan dari keluarga miskin dan diramalkan bernasib pengemis, tetapi orang ybs sangat ingin maju dan rajin, mungkin saja ybs tetap tidak menjadi orang kaya tetapi bisa jadi malah  menjadi ketua kaipang (partai pengemis).

Oh ya, bagi yang meyakini garis tangan sebagai ramalan masa depan, saya berbagi sedikit rahasia. Garis tangan dari waktu kewaktu terus berubah kok.

Kalau Anda ingin nasib Anda berubah, berusahalah sekuat tenaga, pasrahkan kepada Tuhan, garis tangan Anda akan berubah demikian juga nasib Anda. Buktikan!

Ada sebuah artikel menarik dari blog tetangga, “Nasib, dapatkah diubah?”

Terhipnotis / terhypnosis July 21, 2007

Posted by deltawhiski in filosofi.
add a comment

Menurut seorang pelatih hypnosis, sebenarnya kita-kita memang dalam keadaan terhypnosis sepanjang hidup.

Kita hidup berdasarkan image yang kita yakini, kita menjalani
hidup sesuai peran yang kita lakoni.

Siapa yang menghypnosis kita?

Orang tua, guru, teman, lingkungan semua turut membentuk
menjadi we are what we believe. Namun, kita bisa dihypnosis hanya kalau kita bersedia atau nrimo. Intinya kalau kita tidak mau dihypnosis, maka hypnosis tidak akan mempan.

Itu waktu kita masih kecil, kita belum mengerti banyak hal dimana
other people always right, kita belajar dari orang lain dan dari lingkungan.

Apakah ketika sudah dewasa dan berpendidikan tetap bisa terhypnosis? Yes of course.

Contoh: orang yang sedang jatuh cinta pun sebenarnya kondisi terhypnosis. Apa yang orang lain lihat biasa-biasa, kita melihatnya beda. Terkadang senang, terkadang mumet, yang bagi orang (lain) diluar kok biasa-biasa saja. Kita berberbahagia, terkadang kita merana karena jatuh cinta.

Tetapi yang pasti, kita hanya bisa terhypnosis hanya kalau kita memang bersedia

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.