jump to navigation

Cina dilawan September 22, 2009

Posted by deltawhiski in fun, manajemen.
add a comment

future car

Seorang anak muda Cina memasuki sebuah bank besar di pusat kota New York.

“Saya ingin mengajukan kredit sebesar $5.000″, kata si anak muda.

“Well, kira-kira apa jaminan Anda?”

“Ini kunci mobil saya, surat-surat kepemilikan, dan mobil saya terparkir di parkiran disamping bank”

“Baik, mohon tunggu sebentar”, kata pejabat bank sambil meninggalkan si anak muda untuk mengecek mobil yang dimaksud dan keabsahan surat-suratnya.

Selang beberapa menit kemudian, pejabat bank kembali menemui si anak muda Cina dan mengatakan kreditnya bisa disetujui.

berselang satu bulan berikutnya…. (more…)

Golput, siapa takut April 13, 2009

Posted by deltawhiski in general, manajemen, opinion.
add a comment

Pemilu legislatif 9 April telah selesai, pesta demokrasi babak pertama telah usai. Tetapi masih banyak yang deg deg-an, ada juga yang sudah pasrah, dan tidak sedikit juga yang siap-siap hijrah ke RSJ.

quickcount1

Beberapa catatan penulis mengenai Pemilu legislatif tersebut:

(more…)

You Are What You Think October 28, 2008

Posted by deltawhiski in general, manajemen, opinion.
add a comment

Saya bergaul dengan teman-teman pemain basket cukup lama. Saya mengikuti mereka bertanding sudah ratusan kali, mulai dari pertandingan persahabatan, pertandingan segi 3, segi 4, segi 6, kompetisi lokal hingga PON.

(more…)

Learn, Earn, Return October 15, 2008

Posted by deltawhiski in general, manajemen.
add a comment

Tiga Fase Pertumbuhan Manusia:

  1. Fase Belajar
  2. Fase Menghasilkan
  3. Fase Memberi (mengembalikan)

Broken Windows, Broken Business July 10, 2008

Posted by deltawhiski in books, manajemen.
add a comment

Ketika kedua menara kembar WTC di New York City diluluhlantakkan oleh serangan teroris, muncul seorang pahlawan. Dia bernama Rudy Giuliani, walikota New York City.

Kebanyakan dari kita tidak pernah mendengar namanya sebelum tahun 2001, apalagi mengenalnya. Tetapi, dia hanya seorang walikota. Liputan pers terhadapnya paling-paling untuk konsumsi penduduk lokal atau paling-paling sesekali muncul ke panggung nasional Amerika Serikat. Tetapi begitu menara kembar WTC diserang teroris, orang yang mendapat liputan internasional paling banyak adalah Rudy Giuliani. Majalah Time menganugerahi pria ini “Person of The Year” pada tahun tersebut.

Luput dari perhatian banyak orang sebelumnya, Rudy Giuliani pada tahun 1980-an adalah jaksa penuntut yang sarat prestasi. Prestasi paling luar biasa adalah ketika Rudy berhasil meringkus lima “keluarga” mafia sekaligus dan mengirim mereka semua ke penjara dengan total hukuman ratusan tahun penjara. Pada saat mereka berhasil meringkus mafia yang terkenal licin seperti ular, dia mengatakan, “… hari ini kita membuktikan bahwa organisasi kejaksaan, FBI, dan kepolisian kita lebih baik dari organisasi mafia…”

Pada tahun 1993 Rudy Giuliani terpilih menjadi walikota New York City. Salah satu prestasi terbaik selama periode menjabat sebagai walikota sejak 1993 – 2002 adalah tingkat kriminalitas di kota New York turun 50% dari sebelumnya. Pendekatan yang dilakukan Rudy Giuliani adalah mengacu pada teori “Broken Windows”. (more…)

Reward and Punishment June 10, 2008

Posted by deltawhiski in bbm, general, manajemen.
add a comment

Pemerintah Indonesia entah mengapa mmpunyai pendekatan yang berlawanan dari pakem yang sudah berlaku universal ini. Contohnya dalam kasus BLT (Bantuan Langsung Tunai). Mari kita simak pesan yang disampaikan oleh pemerintah dalam berbagai media ketika mencari “pembenaran” dan dukungan menaikkan harga BBM.

“…Sebagian besar subsidi BBM mengalir ke orang kaya…”
“…Apa kita ingin terus mensubsidi orang kaya….”
“…Daripada mensubsidi BBM, pemerintah akan mensubsidi orang miskin…”
“…Jangan kuatir, yang paling berdampak akibat kenaikan BBM adalah orang kaya. Kita orang miskin malah akan diuntungkan karena akan mendapat BLT…”
“…Pemerintah akan mengalihkan subsidi BBM ke subsidi pelayanan kesehatan, pendidikan bagi orang miskin…”
“…BLT bukti pemerintah memperhatikan nasib rakyat miskin…”
dan sebagainya.

Seorang atasan, pengambil keputusan biasanya dibekali dengan 2 kartu truf untuk dimainkan. Tujuannya agar bawahan akan “nurut” sesuai arah yang dikehendaki. Dua kartu ini yaitu Reward and Punishment.
(more…)

Hilangnya Nalar June 5, 2008

Posted by deltawhiski in bbm, finance, manajemen.
add a comment

Saat itu saya masih belum genap berusia 11 tahun ketika saya lihat Mama saya panik, malam-malam mau pergi belanja.

“Belanja apa Ma”, tanya saya

“Barang-barang keperluan rumah tangga, yang kita butuhkan. Karena nanti bakal ada kenaikan harga minyak”

Dalam hati saya tidak mengerti, belanjanya kok harus malam-malam begini, apakah tidak bisa menunggu besok saja. Lagi pula, apa hubungannya dengan kenaikan harga minyak? Motor tidak punya, apalagi mobil. Satu-satunya minyak yang keluarga kami beli hanya minyak tanah untuk kompor memasak. Kalau kuatir harga minyak naik, satu-satunya yang perlu dibeli harusnya minyak tanah. Begitulah pikiran saya yang masih polos dan lucu (lugu dan culun).

Rupanya saya tidak sendirian, ternyata beberapa menteri dan pejabat negara kita, bahkan wakil presiden saat ini pun sama lucu-nya. Dalam sebuah pertemuan yang disiarkan di berita malam televisi beberapa waktu yang lalu (sebelum harga BBM kembali dinaikkan), wakil presiden RI yang pengusaha tulen berpidato dengan berapi-api

“… rakyat kecil harusnya untung dengan kenaikan BBM ini karena mendapat BLT. Konsumsi minyak rakyat kecil (tidak mempunyai motor apalagi mobil) sebulan cuma 30.000-an, kemudian dapat BLT 100.000, kan masih untung 70.000…”, begitulah kurang lebih hitung-hitungan saudagar asal Makasar ini, yang penting cuan…

Itu hanya betul kalau masalahnya sesederhana itu, kalau tidak ada “chain of reaction” yang menyebabkan “multiplier effect“.

Sekarang ada kenaikan harga BBM, okelah karena saya tidak mempunyai motor atau mobil. Tetapi besoknya ketika saya hendak naik kendaraan umum, tarifnya sudah naik. Karena tarif transportasi naik, harga sayuran di pasar juga naik. Karena harga sayuran naik, penjual makanan terpaksa juga menaikkan harga jualnya dan seterusnya.

Jadi aneh kalau menteri kita ngomong “I wish saya bisa menurunkan harga….” sementara actionnya adalah menaikkan harga. Selama ini pemerintah berusaha mempengaruhi opini publik dengan selalu mengumandangkan “subsidi” yang akan membuat anggaran negara jebol. Apa yang disebut dengan subsidi dan apa yang disebut anggaran negara jebol belum pernah ada penjelasan detil mengenai hal ini.

Namun kontroversi mengenai “subsidi”, saya ingin menyadur apa yang disampaikan oleh Kwik Kian Gie (more…)

Benang kusut August 19, 2007

Posted by deltawhiski in manajemen.
1 comment so far

Anda pernah melewati rel kereta di depan stasiun Senen yang melintang Jl. Letjen Suprapto?

Jika Anda sering melintasi Jl. Letjen Suprapto terutama sebelum ada underpass (terowongan) seperti sekarang ini, Anda pasti akan sangat kesal karena pada jam-jam tertentu, palang rel kereta ditutup setiap kurang dari 10 menit sekali sambil membunyikan lonceng teng – teng – teng….

Lebih kesalnya lagi, ternyata kereta apinya sendiri (terkadang hanya lokomotif langsir) lewatnya setelah 3-4 menit palang kereta ditutup. Saya sering kesal dalam hati, mengapa sedemikian parahnya manajemen waktu di PT. KAI. Mengapa tidak di-set waktu yang lebih tepat sehingga pengendara mobil tidak perlu menunggu begitu lama dan kemacetan tidak demikian panjang.

Ternyata kalau diperhatikan lebih teliti, begitu mulai bunyi lonceng teng – teng – teng … pertanda palang kereta hendak ditutup, bus-bus angkutan umum, bajaj, mikrolet dsb tidak ada yang mau berhenti dan masih memaksa melewati rel kereta api. Bahkan kalau didepannya ada mobil yang lebih “nurut”, berhenti begitu mendengar teng – teng – teng, kernet angkutan umum tidak segan-segan turun menggedor mobil dan sambil mencaci maki menyuruh pengemudi mobil didepannya menerobos palang yang belum menutup sempurna.

Sejak mulai lonceng teng – teng – teng sampai palang rel kereta menutup sempurna sehingga semua mobil berhenti paling tidak juga menghabiskan waktu sekitar 3 – 4 menit. Setelah menutup sempurna, semua mobil harus menunggu kereta lewat 3 – 4 menit lagi. Sungguh wasting time.

Jika ada yang harus disalahkan, saya tidak tahu harus mulai dari mana. Yang pasti petugas pintu perlintasan kereta api tidak ingin mengambil resiko menutup palang rel kereta terlalu dekat saat kereta akan lewat. Mengingat demikian banyak kendaraan yang membandel dan tidak nurut, petugas merasa lebih safe memajukan waktu penutupan palang rel kereta.

Bagi pengendara mobil yang sudah paham dengan situasi setempat, pasti juga berpikir kalau palangnya belum menutup sempurna pasti keretanya masih jauh. Bahkan setelah menutup sempurna pun harus menunggu hingga 4 menit lagi, jadi kalau mereka langsung berhenti begitu mendengar lonceng teng – teng – teng berarti total waktu tunggu bisa mencapai 8 menit. Tidak heran kernet bus angkutan umum yang mengejar setoran begitu galak kalau mobil yang didepan berhenti pada saat palang rel kereta belum menutup sempurna.

(more…)