jump to navigation

Terhipnotis / terhypnosis July 21, 2007

Posted by deltawhiski in filosofi.
trackback

Menurut seorang pelatih hypnosis, sebenarnya kita-kita memang dalam keadaan terhypnosis sepanjang hidup.

Kita hidup berdasarkan image yang kita yakini, kita menjalani
hidup sesuai peran yang kita lakoni.

Siapa yang menghypnosis kita?

Orang tua, guru, teman, lingkungan semua turut membentuk
menjadi we are what we believe. Namun, kita bisa dihypnosis hanya kalau kita bersedia atau nrimo. Intinya kalau kita tidak mau dihypnosis, maka hypnosis tidak akan mempan.

Itu waktu kita masih kecil, kita belum mengerti banyak hal dimana
other people always right, kita belajar dari orang lain dan dari lingkungan.

Apakah ketika sudah dewasa dan berpendidikan tetap bisa terhypnosis? Yes of course.

Contoh: orang yang sedang jatuh cinta pun sebenarnya kondisi terhypnosis. Apa yang orang lain lihat biasa-biasa, kita melihatnya beda. Terkadang senang, terkadang mumet, yang bagi orang (lain) diluar kok biasa-biasa saja. Kita berberbahagia, terkadang kita merana karena jatuh cinta.

Tetapi yang pasti, kita hanya bisa terhypnosis hanya kalau kita memang bersedia

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: