jump to navigation

Investasi yang too good to be true July 28, 2007

Posted by deltawhiski in finance, opinion.
trackback

Sangat menjengkelkan jika sering-sering Anda didatangi anak kemarin sore yang menawarkan “investasi atau bisnis” yang katanya bagus dan sangat menguntungkan.

Menjengkelkan karena jelas-jelas kalau itu investasi atau bisnis yang menguntungkan, dan orang-orang yang invest menuai keuntungan besar, anak-anak kemarin sore itu lebih baik turut invest dan segera menjadi kaya saja. Tidak perlu merengek-rengek ke Anda minta waktu untuk ketemu dan mempresentasikan proposalnya.

Salah satu posting yang pernah saya tulis di milis alumnippm, saya kutip lagi:

****

Perkenankan saya sharing sedikit mengenai ‘bisnis’ trading forex.

Membeli dan menjual mata uang asing (forex) adalah satu jenis investasi yang cukup menarik. Ada yang menginves-tasikan dengan cara konvensional, membeli sejumlah mata uang asing, katakan $10.000 pada kurs 8.400 dan berharap nilai tukarnya akan naik sampai 8.500 dan kalau dijual pada posisi ini, maka investor akan mendapat profit Rp. 1.000.000,-. Berapa dana untuk investasi awal, yaitu
84.000.000,-. Jika ternyata kurs USD bukan bergerak ke 8.500, melainkan sebaliknya ke 8.300, maka resiko kerugian adalah Rp. 1.000.000,-.

Pada perkembangan berikutnya, orang berpikir, mengapa dengan potensi gain/loss hanya 1 juta orang perlu berinvestasi sampai 84 juta. Seharusnya mekanismenya bisa dibuat lebih mudah dan murah, maka berkembanglah mekanisme trading yang kemudian disebut “margin trading”. Yang perlu diinvestasikan pada margin trading hanya sebesar resiko kerugian yang berani diambil. Pada contoh diatas, investasi hanya Rp. 1.000.000,-. saja, dengan kemungkinan keuntungan menjadi Rp. 2 juta atau bahkan lebih, ATAU… hilang sama sekali.

Jadi untuk mendapatkan keuntungan 1 juta dari pergerakan kurs sebanyak 100 poin hanya diperlukan modal 1 juta saja, tidak perlu sedia modal sampai 84 juta.

Menarik? Itu baru satu dari sisi menariknya, dan ada hal lain lagi. Jika pada transaksi / trading konvensional, kembali lagi mengambil contoh diatas, prosesnya harus dimulai dengan membeli pada harga rendah, kemudian menjual pada harga tinggi, tidak bisa lain. Bagaimana jika ada informasi bahwa USD akan melemah? Berarti JANGAN beli dulu, tunggu sesudah turun, baru beli pada harga murah dan berharap nilainya akan naik.

Pada margin trading, Anda bisa membeli dulu kemudian baru menjual, ATAU menjual dulu (walaupun Anda belum mempunyai barang) kemudian baru membeli.

Kurs naik… bisa ambil untung, kurs turun… juga bisa ambil untung.

Itu dari sisi baiknya, too good to be true…? Ikuti terus tulisan berikut karena pembahasannya agak panjang dan mungkin agak teknis.

Contoh diatas sedikit agak ideal karena mengasumsikan kurs beli dan kurs jual itu sama sementara pada kenyataannya selalu ada selisih (spread) antara 10 – 50 poin. Artinya begitu Anda mengambil posisi (baik menjual atau membeli), pada saat itu juga sudah pada posisi rugi sebesar spread antara kurs beli dan kurs jual.

Kembali menggunakan contoh diatas, dengan spread 50 poin antara kurs jual /beli, begitu investasi $10.000 yang diwakili dengan modal hanya 1 juta, pada saat itu juga nilai uang Anda sudah berkurang sebesar 500 ribu.

Fluktuasi maksimum kurs mata uang sehari-hari pada kondisi normal tidak pernah melebihi 120 poin, rata-rata hanya berkisar 50 – 70 poin. Artinya jika melakukan transaksi harian, maka keuntungan selisih kurs (kalau ada) sangat kecil / habis dimakan spread.

Perbedaan kurs yang agak signifikan akan terjadi / terlihat pada :
– satu seri waktu yang cukup lama, sebulan, 3 bulan, atau 1/2 tahun
– ada gejolak politik / moneter seperti yang melanda negara kita sejak krisis tahun 1997 yang lalu.

Lantas pertanyaannya mengapa tidak berinvestasi margin trading dalam jangka waktu yang panjang saja. Ada 2 alasan mengapa “financial consultant” Anda tidak menyarankan begitu :

1. Finansial consultant (brokernya), bersama kantornya (trading house) akan mendapat komisi setiap Anda menyelesaikan satu siklus transaksi. Beli kemudian jual, ATAU jual kemudian beli. Kalau Anda sekali investasi, kemudian 3 bulan berikutnya baru di-close, maka mereka hanya mendapat komisi 1x dalam 3 bulan.

Justru Anda akan selalu disarankan untuk menutup transaksi setiap hari. Kalau bisa malah dalam sehari beberapa kali karena hanya dengan cara demikian pihak trading house dan broker bisa make money.

2. Jika Anda tidak close transaksi pada hari itu juga, maka Anda akan dikenakan bunga. Jangan berpikir kalau Anda menyetor sejumlah dana dan diendapkan, Anda akan mendapat bunga. Yang terjadi adalah sebaliknya, transaksi yang carry forward ke hari berikutnya selalu dikenakan bunga. Logikanya begini, kembali lagi saya mencontohkan transaksi diatas, dimana Anda hanya menyetorkan 1 juta sebagai jaminan resiko atas investasi 84 juta, kalau Anda tidak close pada hari itu juga, Anda dianggap berinvestasi beneran $10.000. Tetapi karena Anda tidak menyetor sejumlah itu, maka Anda dianggap berhutang dan harus membayar bunga atas pinjaman 83 juta.

Jika Anda mencoba mensimulasikan transaksi margin trading ini menggunakan “Game Theory” dengan asumsi kemungkinan kurs naik dan turun sama besarnya, maka peluang Anda untuk menang sebenarnya tidak lebih dari 35%.

Cat. Game Theory kami dapatkan dalam kelas WM, diajarkan oleh Bapak MTY.

Coba bandingkan dengan permainan judi Besar / Kecil (ta xiao), dengan asumsi besar dan kecil juga sama besar dengan satu kemungkinan bandar makan semua, peluang Anda menang adalah sekitar 38%

Jangan minta saya membuktikan dari mana datangnya, tetapi kebetulan semasa masih dalam pendidikan WM dulu, saya bersama beberapa rekan pernah “iseng” mengikuti training transaksi forex, dimana “pembekalan” yang didapat dari sana kami coba compile dengan teori manajemen yang didapat dari PPM.

Artinya, saya sangat percaya klaim yang disebut-sebut mencapai 400 sekian persen dalam 19 hari, bahkan masih mungkin diatas itu lagi. Permasalahannya adalah seberapa besarkah peluang untuk itu?

Tentu saja sah-sah saja ada yang meng-klaim telah menemukan “unbeatable formula” sehingga pasti menang tetapi perlu diingat, permainan trading forex ini termasuk permainan “Zero Game Sum”. Artinya di sisi yang satu ada yang menang, pasti ada yang kalah disisi lain. Semua orang mempunyai instrumen yang sama, diajarkan ilmu technical analysis maupun fundamental analysis dan teori statistik yang sama sehingga yang memungkinkan seseorang lebih menang dari yang lainnya adalah :

– penafsiran dan analisis yang tajam
– persediaan peluru (modal)
– keberanian dan
– hoki

Catatan, Kecuali yang satu ini, yang pasti selalu menang adalah trading house dan brokernya.

Lantas apakah margin trading ada manfaatnya? Tentu saja ada. Bagi pengusaha ekspor, manufaktur bisa menggunakan margin trading untuk melakukan hedging, sejauh pengetahuan saya ini manfaat yang paling nyata dan positif dari margin trading.

Selanjutnya saya mempercayai satu pepatah “IF IT’S TOO GOOD TO BE TRUE, THEN IT’S TOO GOOD TO BE TRUE”

Comments»

1. Gabe - August 6, 2007

Thanks for using my cartoon..
More can be found here:
http://gabrielutasi.com/comic.html
or
http://pokerdoodle.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: