jump to navigation

Reframing August 12, 2007

Posted by deltawhiski in filosofi.
trackback

Anda bangun telat dipagi hari karena kemarin jam weker dimainin anak-anak dan lupa dihidupkan, menemukan kamar mandi sedang dipakai keponakan yang kemarin menumpang tidur. Tiba giliran saat Anda mandi, listrik mati sehingga pompa air tidak jalan sehingga Anda terpaksa hanya mandi dengan sisa air di bak mandi yang tinggal sedikit. Saat buru-buru mau berangkat kerja, baru ketahuan ban mobil kempes dan terpaksa menghabiskan 20 menit untuk mengganti ban serep. Karena terburu-buru, Anda menerobos lampu merah dan tepat dibalik pohon, sudah menunggu polantas yang sedari tadi menunggu ikan masuk. Sampai di halaman kantor, Anda menemukan tempat biasa Anda memarkir sudah ditempati mobil entah milik siapa. Tepat pada saat Anda menghidupkan komputer, sejenis virus time bomb baru saja diaktifkan dan segera menghapus seluruh isi harddisk Anda dalam sekejap. Office boy hari ini cuti lagi dan tidak ada yang membuatkan segelas kopi hangat seperti biasanya.

Banyak orang selalu menganggap dirinya kurang beruntung dalam berbagai hal. Karirnya kurang cemerlang dibanding saudara sepupunya, sekolahnya kalah favorit dibanding sekolah temannya, atasannya lebih galak dibanding atasan orang lain, gajinya lebih kecil dibanding juniornya, mobilnya sudah butut dan selalu mogok, partner bisnisnya bekerja lebih sedikit, bahkan handphone pacarnya lebih canggih dari punyanya sendiri dan sebagainya dan sebagainya.

If good things running bad, apa yang bisa kita lakukan.

Saya ingin sharing sebuah tools yang sangat powerful untuk turning bad situation to good, namanya Reframing.

Di dalam buku “7 Habits of Highly Effective People” ada sebuah cerita. Dikisahkan pada satu pemberhentian kereta api, naiklah seorang pria dengan tiga orang anaknya yang berusia sekitar 9 tahun, 7 tahun dan yang paling kecil masih sekitar 4 atau 5 tahun. Sepanjang perjalanan ketiga anak kecil ini sangat berisik dan berbuat gaduh. Anak yang paling kecil terlihat ingusan dan pakaiannya agak kumal, sedang nangis dan berteriak.

Pria yang naik bersama ketiga anak tadi terlihat hanya duduk diam dan bengong saja tanpa berbuat apapun untuk mendiamkan ketiga anaknya.

Merasa terganggu dengan ulah ketiga anak kecil ini, seorang penumpang kereta api memberanikan diri menegur pria tersebut, “Hai Bung, ketiga anak ini gaduh sekali. Apa yang bisa Anda lakukan dengan mereka.”

“Saya juga belum tahu,” sahut si pria tersebut, “kami baru kembali dari rumah sakit, tadi pagi ibu dari ketiga anak saya ini baru meninggal setelah setahun terakhir menderita kanker.”

Teng, penumpang yang tadi bertanya pun terdiam tidak bisa berkata-kata dan seketika itu pula keributan dan kegaduhan ketiga anak kecil yang belum terlalu tahu banyak masalah pun tidak dirasakan sebagai gangguan lagi.

See? Sebenarnya masalahnya still there. Anak kecil yang berisik dan gaduh masih tetap berisik dan gaduh, tetapi hanya dengan kemampuan melihat dari sisi lain, situasi yang terlihat buruk dalam sekejap menjadi tidak buruk lagi.

Sesuai dengan artinya, Reframing memang artinya membingkai ulang.

Setiap kejadian, setiap situasi selalu mempunyai sisi positif sekaligus sisi negatif. Reframing adalah seni bagaimana kita bisa melihat suatu situasi dari sudut pandang yang positif.

Pada saat Anda sedang stress di mobil karena macet, Anda sebenarnya bisa bersyukur karena Anda lebih beruntung karena di dalam mobil Anda yang ber-AC dan full music, sementara banyak orang di sekitar mobil Anda, mereka yang berjalan kaki, mereka yang naik sepeda motor, mereka yang naik bajaj, mereka yang sedang mengatur jalan demi mendapatkan beberapa recehan harus berjemur diteriknya matahari, berasap, berdebu, dan bau. Coba geser sudut pandang Anda sedikit saja untuk mendapati betapa beruntungnya Anda.

Pada saat anak Anda mendapat nilai buruk atas pelajarannya dan hal tersebut membuat Anda marah besar, ingatlah bahwa di luaran sana masih banyak anak yang kurang beruntung yang untuk bersekolah pun tidak mempunyai biaya.

Jika Anda merasa perusahaan atau atasan Anda tidak memperlakukan atau membayar Anda cukup pantas, ingatlah Anda lebih beruntung dari 40 juta orang lain yang lebih kurang beruntung akibat langkanya lapangan kerja.

Pada sebuah acara talkshow di televisi, ada seorang kulit hitam yang dipanggil Eddie. Ceritanya si Eddie 3 tahun yang lalu mengalami kecelakaan hebat sehingga mobilnya hancur dan kedua kakinya terpaksa diamputasi.

“Saya turut prihatin, tetapi apa yang ingin Anda sampaikan mengenai kecelakaan Anda itu”, tanya sang host.

“Thanks God, I’m still alive”.

Tidak sedikit pun Eddie yang berprofesi sebagai penjual asuransi menyesali, apalagi menyalahkan Tuhan atas kehilangan kedua kakinya. Bahkan dia menceritakan sekali waktu ketika dia sudah mendapatkan kaki kayu palsu dan bisa melanjutkan pekerjaannya, dia digigit oleh anjing nasabahnya. Nasabahnya yang sempat shock justru dihibur oleh Eddie, “Jangan kuatir, yang dia gigit cuma kaki palsu”.

Seorang motivator dalam seminarnya sering mengatakan “kunci” utama seseorang menuju kegagalan sebenarnya sangat mudah, cukup 3 huruf BEJ = Blame, Excuse, Justify

Blame = menyalahkan
Jika ada yang tidak benar, cara paling gampang adalah menyalahkan orang lain. Bawahanlah yang tidak becus, atasanlah yang tidak adil, pemerintahlah yang korup, kurs dollarlah yang tidak stabil dan lain-lain.

Excuse = mencari alasan
Orang yang malas pada saat ditanya kenapa belum juga mau cari kerja, “…nanti sajalah. Baru juga selesai kuliah, lagipula waktu kan masih panjang. Tidak lari gunung dikejarlah…”. Lain waktu ketika ditanya kenapa belum juga mendapat kerja, “…tempatnya jauhlah… gajinya kecillah… perusahaan tidak bonafidlah… fasilitasnya kuranglah dsb”.

Justify = pembenaran
Seseorang yang mempunyai banyak pembenaran tidak berusaha mencapai tingkatan lebih tinggi dalam hidupnya. “Kecebur 2 kali ya masih lumayanlah, sudah bagus itu. Tetangga sebelah sudah 3 kali.”

Terkadang hidup tidak berjalan persis seperti apa yang kita harapkan, langit pun tidak setiap hari cerah.

Namun jika Anda berkesempatan kuliah, walaupun di universitas yang kurang bonafid karena orang tua Anda tidak mampu mengirim Anda ke universitas favorit, Anda harus mensyukuri karena hanya  kurang dari 20% penduduk di negara ini yang pernah mengenyam pendidikan universitas.

Jika Anda ingin menyalahkan mobil Anda yang butut dan sering mogok, Anda juga bisa mensyukuri kapan mobil Anda menyelamatkan Anda dari basah kuyup ketika hujan dan betapa beruntungnya Anda memiliki mobil sementara sebagian penduduk Indonesia bahkan naik mobil pun belum pernah.

Seorang bankir kepada seorang psikolog mengeluhkan putrinya yang sangat keras kepala, susah diatur dan kalau sudah memutuskan sesuatu, tidak ada yang bisa merubahnya lagi. Hal tersebut menjadi kendala dalam hubungan orang tua dengan anaknya.

Sebenarnya tidak ada sesuatu yang terlalu serius karena putri bankir ini cerdas, berpendidikan tinggi, dan berprinsip. Justru terlalu berpinsip inilah yang kemudian menjadi kerikil dalam hubungan dengan orang tuanya.

“Anda sebagai bankir senior tentu sangat memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan bank”

“Benar”

“Artinya, jika ada yang mengajukan proposal yang kurang feasible, walaupun Anda didesak, diintimidas, apakah Anda tetap berpegang pada prinsip dan keputusan Anda semula”

“Sudah pasti”

“Nah, putri Anda mewarisi sebagian sifat dari orang tuanya. Apakah benar jika dia sudah memutuskan sesuatu sesuai dengan apa yang diyakininya, tidak ada yang bisa merubahnya lagi”

“Benar”

“Seandainya putri Anda pada saat kuliah nanti, berkenalan dengan seorang pria yang kebetulan mempunyai niat tidak baik terhadap putri Anda. Misalnya ingin menjebaknya dalam pergaulan yang tidak baik, bukankah sikap keras kepala dan tetap pada prinsip akan menyelamatkannya”

Hanya dengan merubah sudut pandang, situasi yang sepertinya buruk akan menjadi baik.

Hidup penuh dengan pilihan, adalah pilihan Anda ingin menilai segala sesuatu dari sisi negatifnya atau dari sisi positif. Gelas berisi setengah boleh saja disebut setengah isi atau setengah kosong.

“Reframing is the art of shifting meaning”

Anda bisa menggunakan teknik reframing ini untuk banyak sekali keperluan. Bisa untuk melatih diri agar selalu bisa melihat sesuatu dari sisi positif. Termasuk juga membiasakan kita mensyukuri apapun yang kita peroleh.

Jika orang meyakini hidupnya penuh dengan keberuntungan, maka keberuntungan akan selalu ketemu jalannya dan memasuki hidupnya.

Sama halnya jika orang yang selalu meyakini hidupnya penuh dengan kekurangberuntungan, maka kekurangberuntungan juga akan selalu menemukan jalannya.

Comments»

1. gendut - October 3, 2007

Segala kegaluan, kegundahan hati, rasa dengki dsbnya akan terobati dengan kita banyak2 bersyukur, dimana hati akan tenang dan sejahtera


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: