jump to navigation

Polonia December 2, 2007

Posted by deltawhiski in general.
trackback

Polonia terbakar, lagi!

Ya, mungkin ini adalah pertama kali di dunia, bandara standar internasional yang dalam 2 tahun terbakar habis 2 kali. Pertama kalinya pada Bulan Maret 2006 yang lalu, dan kemarin 1 Desember terbakar lagi.

Bandara Polonia di Medan dengan panjang landasan 2900 meter, sampai tahun 1900-an masih tercatat sebagai bandara ketiga terbesar di Indonesia setelah Jakarta dan Denpasar – Bali.

Sebagai bandara yang terbesar di belahan Barat Indonesia, Polonia tercatat pernah beberapa kali berperan dalam drama pendaratan darurat yang mendebarkan.

Sekali waktu sebuah pesawat Mandala Air yang terbang dari Jakarta menuju Padang copot roda kanannya menjelang hendak mendarat di Bandara Tabing. Dengan pertimbangan fasilitas bandara yang lebih lengkap, pendaratan kemudian dialihkan ke Medan dan pesawat naas tersebut berhasil mendarat dengan sukses.

Pernah sekali waktu (sudah lupa persisnya), sebuah pesawat penerbangan jalur internasional yang sedianya akan mendarat di Bandara Changi – Singapore mendapat ancaman bom. Entah karena pertimbangan resiko kalau meledak sungguhan di Singapore resiko kerugiannya jauh lebih besar atau bagaimana, Bandara Polonia Medan waktu itu dianggap memiliki fasilitas yang paling memadai dan paling dekat ke Singapore dipilih sebagai tampat pendaratan… dan sukses.

Pasca bencana Tsunami yang melanda Aceh pada Desember 2005, Bandara Polonia Medan kembali menjadi tuan rumah “perlehatan” segala macam bantuan yang ingin disalurkan. Bandara yang tadinya setiap hari cuma melayani tidak lebih dari 60 penerbangan dan pendaratan setiap hari tiba-tiba melonjak menjadi lebih dari 240! Padahal Bandara Polonia cuma mempunyai 1 landas pacu (runway).

Selain beberapa kisah sukses Polonia yang bisa dikenang, ada beberapa kasus kecelakaan pesawat fatal di sekitar Bandara Polonia Medan.

11 Juli 1979
Pesawat Garuda Indonesia tipe Fokker F28-100 menabrak Gunung Pertektekkan, 64 orang tewas.

26 September 1997
Pesawat Garuda Indonesia tipe Airbus A300 jatuh setelah menabrak perbukitan Sibolangit. Seluruh penumpang dan awak pesawat sebanyak 234 orang tewas. Konon kecelakaan disebabkan kesalahan staf ATC (Air Traffic Control) yang salah menyebutkan belok kiri dengan belok kanan pada saat membimbing pilot pesawat naas saat hendak approach ke landasan.

5 September 2005
Pesawat Mandala Air tipe Boeing 737-200 yang baru lepas landas dari Medan akan ke Jakarta langsung jatuh disekitar ujung landasan Polonia menewaskan sekaligus gubernur dan mantan gubernur Sumatera Utara T. Rizal Nurdin dan Raja Inal Siregar. Kecelakaan ini selain menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat, juga menelan korban masyarakat yang sedang berkendara di kawasan Padang Bulan akibat tersambar atau tertimpa pesawat jatuh. Total korban tewas 145 orang.
Isu awal yang berkembang menyebutkan pesawat overload mengangkut durian karena ditemukan sedemikian banyak durian di lokasi kecelakaan. Namun hasil penelitian KNKT menyimpulkan flap sayap pesawat tidak keluar (lupa dikeluarkan atau macet) pada saat kejadian.

Biasanya bencana terjadi bukan disebabkan satu peristiwa penyebab tunggal. Ada akumulasi dari serangkaian peristiwa kritis yang sudah terjadi sebelumnya, yang peristiwa terakhir hanya pemicu saja!

Memang orang-orang kita kurang memberi perhatian dalam hal manajemen resiko. Tidak mengherankan, kecelakaan pesawat, kecelakaan kereta api, kecelakaan kapal, kecelakaan bus datang silih berganti.

Pejabat-pejabat yang berwenang seperti biasa dengan mudah melempar tanggung jawab dengan “menyalahkan” Tuhan atas kehendakNya. “Namanya juga bencana….”, kurang lebih begitulah nada dan makna yang tersirat.

Pertanyaannya adalah mengapa bencana hanya terjadi, dan terus menerus terjadi di negara kita.

Jangan katakan Tuhan sedang murka atau sedang tidak bersahabat dengan kita. Pendapat apapun yang mempersonifikasikan Tuhan hanya merupakan penghinaan atas keagungan dan kemahaan Tuhan.

Cukup bertanya pada diri sendiri, mengapa???

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: