jump to navigation

Pertukaran October 11, 2008

Posted by deltawhiski in filosofi, opinion.
trackback

Ada seorang motivator yang suka melontarkan pertanyaan “Apa yang membedakan seorang yang sangat-sangat ingin sukses kemudian menjadi sukses dengan seorang lain yang sangat-sangat ingin sukses namun tidak sukses?”

Jawabannya ACTION.


Perhatian, pertanyaan ini adalah pertanyaan menjebak karena pada akhir sesi sang motivator akan menjual sesuatu dan berharap Anda secara psikologis terjebak pada pernyataan yang sudah Anda sepakati dari awal yaitu action.

Apa yang dilakukan sang motivator sah-sah saja dan brilliant dipandang dari sudut selling skill. Apakah action yang sama memberi hasil yang sama sementara action yang berbeda memberi hasil yang berbeda?

Konon, perantau Tionghoa di Indonesia bermigrasi ke Indonesia sejak beberapa abad yang lalu, ada juga yang baru beberapa dekade yang lalu. Siapapun mereka, pada jaman dahulu kala sebelum ada pesawat terbang, belum ada telepon, apalagi internet, berlayar dari negeri Tiongkok ke Indonesia sungguh pengalaman yang tak terbayangkan. Siapapun mereka, memberanikan diri berlayar meninggalkan tanah kelahiran ke tanah seberang yang memakan waktu berbulan-bulan sungguh membutuhkan keberanian dan tekad yang luar biasa. Apakah bisa disebut mereka-mereka ini “sangat-sangat ingin sukses” kemudian memilih action yang memungkinkan mereka sukses? Saya rasa begitu.

Namun apakah semua dari mereka yang gagah berani dan sama-sama mengambil action yang sama kemudian sama-sama sukses?

Rupanya tidak. Hanya segelintir dari perantau Tionghoa benar-benar sukses dan sebagian besar lainnya tetap hidup di level rata-rata saja. Tidak sedikit pula yang tetap saja miskin.

Bagi pendukung action boleh saja berargumen bahwa setelah sampai di Indonesia mereka masih perlu action-action berikutnya lagi agar bisa survive dan sukses. Namun saya mempunyai pemahaman lain bahwa kunci sukses yang penting bukan action-nya melainkan PERTUKARAN yang diberikan.

Mari saya beri sebuah contoh sederhana:
Anda membawakan sebuah sepeda mini kepada saya, kira-kira berapa harga yang akan saya bayarkan? Sebut saja X
Sekarang Anda membawakan sebuah Honda Vario kepada saya, kira-kira berapa harga yang akan saya bayarkan? Sudah pasti sekian kali X

Anda mulai menangkap maksud saya?

Apapun yang kita lakukan, kita menerima imbalannya kembali.

Tidak masalah Anda karyawan, atau pengusaha, atau artis, atau atlet, atau calo, Anda akan mendapat imbalan dari apa yang Anda berikan. Seseorang yang datang kepada saya dengan informasi dimana ada berlian yang bisa digali dengan orang lain yang datang dengan informasi dimana ada kodok yang bisa ditangkap tentu mendapat imbalan yang berbeda.

Bagi Anda yang bekerja, jika Anda memberikan tenaga Anda sebagai supir, Anda akan menerima imbalan supir. Jika Anda memberikan tenaga sebagai akuntan, Anda akan menerima imbalan akuntan. Semakin besar kontribusi yang Anda berikan kepada perusahaan, tidak diragukan Anda akan dibayar lebih tinggi daripada mereka yang memberikan kontribusi lebih kecil.

Bagi Anda pengusaha, jika Anda memberi pelanggan Anda pelayanan bintang 5, Anda akan mendapat bayaran bintang 5. Jika Anda memberi pelayanan kaki 5, Anda akan dibayar tarif kaki 5.

Mari kita melihat dan membuktikannya dari profil beberapa orang yang kita kenal:

  1. Bill Gates adalah salah satu orang yang paling kaya didunia. Untuk mengetahui mengapa dunia memberi kepadanya sedemikian banyak uang mari kita lihat apa yang telah dia berikan kepada dunia. Lebih dari 90% komputer yang ada di muka bumi ini menggunakan Windows, buatan Microsoft. Bill Gates menggunakan kecerdasan dan kepemimpinannya telah memberikan sedemikian banyak kemudahan bagi sedemikian banyak orang di muka bumi ini, dan dia mendapat ganjaran yang pantas.
  2. Pada saat prosesi pemakaman Lady Diana, dunia seakan berhenti berputar. Banyak orang menangis padahal Lady Di bukan teman apalagi saudara. Lady Di telah memberikan kebahagiaan, kecintaan, dan harapan kepada sedemikian banyak orang dan dia mendapatkan kembali dalam bentuk rasa hormat, cinta dari warga dunia.
  3. Mochtar Riyadi, raja Midas yang benar-benar mulai bekerja sebagai karyawan biasa hingga menjelma menjadi konglomerat. Pada saat Mochtar muda bekerja di Bank Buana, dia membawa bank keluarga ini menjadi bank papan atas yang disegani. Setelah itu Mochtar dipercaya memimpin Bank Panin, kembali dia membawa Bank Panin menjadi salah satu bank terkemuka. Selanjutnya Mochtar Riyadi dipinang Liem Soei Liong untuk membenahi bank kecil miliknya, BCA. Mochtar Riyadi tidak sekedar membenahinya saja melainkan sekaligus membawanya menjadi bank swasta nasional terbesar di Indonesia. Semua yang disentuh menjadi emas dan masih tetap bertahan seperti itu hingga hari ini! Imbalan bagi Mochtar Riyadi dan keluarganya …, konglomerasi Lippo Group.

Sebagaimana disebutkan dalam Hukum Kekekalan Energi yang dikenal dalam pelajaran Fisika:

“Energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, hanya bisa berubah ke bentuk lain”

You see? Segala sesuatu itu ada pertukarannya. Semakin banyak yang kita berikan, semakin banyak yang akan kita terima. Apa yang dipertukarkan tidak harus selalu berupa material, atau uang. Kita bisa memberikan kebahagiaan dan sebagai imbalannnya mendapatkan cinta. Kita bisa memberikan cinta dan sebagai pertukarannya kita mendapat rasa hormat dan sebagainya. Kita juga bisa memberikan harapan dan mendapatkan imbalan dalam bentuk kebahagiaan. Tentu saja kita bisa memberikan tenaga, pikiran, dan informasi dengan mendapatkan pertukaran dalam bentuk uang.

Lihat ke sekeliling kita, semua terjadi sesuai dengan pertukaran yang sepadan. Kita memberi lebih, kita akan mendapat lebih. Demikian juga sebaliknya. Apakah ada yang tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Dengan terpaksa saya akan mengatakan YA. Ada orang-orang baik yang sudah memberikan kontribusi yang sangat besar dan berguna, tetapi tidak mendapat pertukaran yang sepantasnya.

Mario Teguh mempunyai satu jawaban yang sangat bagus, belum musimnya berbuah”. Ya, ada kalanya perbuatan yang baik belum sempat mendapatkan imbalan yang setimpal bagi pelakunya. Mungkin belum musimnya, mungkin imbalan yang setimpal akan menghampirinya, atau anak-anaknya pada saat yang tepat nanti.

Berbuat baiklah, berikan harapan bagi orang lain akan hari esok yang lebih baik, berbagilah kebahagiaan dengan orang lain, cintailah orang lain seperti kita mencintai kita sendiri, berkontribusilah semaksimal mungkin di tempat dimana kita bekerja dan berada terus dan terus dan terus dan terus…..

“If you can take this live as it comes and give it your best, there will be something better afterwards”

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: