jump to navigation

Menikmati Pekerjaan June 25, 2010

Posted by deltawhiski in books, general, good book, internet, IT, manajemen, opinion.
trackback

Apa sikap Anda jika seorang bawahan wanita Anda setiap hari menghabiskan waktu minimal 15 menit berdandan di kamar mandi?

Sebagian besar atasan menjawab akan menegur, memberi peringatan, memberikan sanksi hingga memecat jika tidak merubah kebiasaannya ini. Hanya sebagian kecil atasan yang menjawab membiarkan saja.

Kasus ini adalah salah satu artikel yang pernah ditulis Bondan Winarno di Majalah Mingguan Tempo dan sempat dibukukan dalam buku 100 Kiat.

Apa kiat Bondan Winarno dalam buku tersebut untuk kasus diatas?

Kurang lebih singkatnya adalah apalah artinya 15 menit waktu yang dihabiskan untuk berdandan itu dibandingkan dengan waktu kerja sepanjang hari yang tidak produktif akibat kurang percaya diri, kurang nyaman karena tidak diperbolehkan berdandan kelamaan.

Untuk suatu alasan tertentu, setiap orang memiliki jangkar agar mudah mencapai mood tertentu. Sama seperti mengapa anak kecil ada yang perlu membawa bantal gulingnya kemanapun pergi agar bisa tidur. Sebagian orang perlu membawa-bawa boneka atau aksesori tertentu agar merasa tenang dan lain sebagainya.

Belakangan ini, banyak (pemilik) perusahaan merasa kurang nyaman dengan kepopuleran facebook karena berpendapat social networking tools ini justru membuat karyawan “not working” karena asyik meng-update status dan membaca status teman. Oleh karena itu ada banyak perusahaan yang memblokir akses situs facebook dengan tujuan agar tidak mengganggu konsentrasi kerja karyawan.

Sampai taraf tertentu, kecanduan akan sesuatu (mis. facebook) memang sangat mengganggu, apalagi karyawan dengan spesifikasi pekerjaan tertentu misal. yang berhubungan dengan pelayanan kepada pihak lain. Sulit dibayangkan bagaimana menjengkelkannya jika kita dilayani oleh teller bank yang melayani nasabah sambil meng-update status facebook atau sambil bermain SMS.

Namun dilihat dari sisi lain, hampir bisa dipastikan juga tidak ada orang yang menghabiskan 8 jam kerja sehari dengan bekerja produktif 100%. Jika awalnya azas pareto selalu berlaku dalam menjelaskan bahwa 20% pelanggan memberian kontribusi 80% sales revenue perusahaan, kondisi ini mungkin berlaku juga disini, bahwa 20% dari 8 jam kerja sehari sudah mengerjakan 80% bagian pekerjaannya. Artinya 80% waktu selebihnya kelihatannya seperti sibuk bekerja, tetapi sebenarnya hanya mengerjakan hal-hal yang tidak penting.

Generasi yang lahir pada era tahun 1940 – 1960, dimana teknologi yang tersedia pada masa itu hanya ada radio dan televisi akan sangat terheran-heran dengan generasi yang lahir di era tahun 1970 – 1990, dimana mereka yang mewakili generasi yang disebut terakhir ini mengakrabi perangkat-perangkat ipod, facebook, twitter, blackberry dan lain sebagainya.

Seorang sahabat yang secara rutin mengajar di sebuah universitas ternama menyebutkan “tidak bisa” melarang mahasiswanya yang mengikuti kuliah sambil mendengar ipod. Masalahnya, secara statistik membuktikan mereka-mereka yang mengikuti kuliah sambil mendengar ipod prestasinya tidak lebih jelek daripada yang tidak. Malah beberapa diantaranya secara konstan lebih tinggi diatas rata-rata.

Mungkin generasi yang lahir sekitar 1940 – 1960 juga mengalami, bahwa ketika mereka memasuki angkatan kerja dulu, atasan-atasan mereka yang lahir sekitar tahun 1900 – 1940 juga terheran-heran mengapa kok kerja bisa sambil dengar lagu atau dengar berita dari radio.

Inilah yang disebut “Technology and Generation Gap” dalam buku Retiring the Generation Gap: How Employees Young and Old Can Find Common Ground.

Perusahaan dengan mudah bisa memblokir situs facebook agar tidak bisa dibuka dari internet kantor, tetapi sekarang banyak karyawan yang memiliki Blacberry atau smartphone lain yang memungkinkannya tetap “ter-connect” dengan jaringan pertemanannya.

Dalam menyambut gelaran Piala Dunia 2010, sebuah software akuntansi dengan cerdik mengintegrasikan berita-berita mengenai Piala Dunia kedalam halaman utamanya.  Apakah dengan adanya berita-berita terkait Piala Dunia di software akuntansi tersebut akan membuat produktivitas dan konsentrasi karyawan menjadi turun, masih perlu studi mendalam mengenai hal tersebut.

Namun logikanya, turnamen Piala Dunia yang dalam beberapa pemberitaan bahkan mampu menghentikan sementara perang pada masa lalu memang menyedot perhatian yang sedemikian besarnya. Situs fifa.com selama 31 hari berlangsungnya Piala Dunia 2010 dikunjungi 410 juta kali dengan 7 miliar pageviews.

Artinya, suka atau tidak suka, perhatian sebagian besar orang, termasuk karyawan perusahaan pasti teralih ke pemberitaan Piala Dunia. Update hasil-hasil Piala Dunia dan berita-berita terkait sangat mudah ditemukan di hampir semua situs-situs berita.

Jika perusahaan menguatirkan karyawan tidak konsentrasi dengan pekerjaan mereka karena aplikasi kantor turut menyajikan update berita dan hasil Piala Dunia kemudian menutup aksesnya, hal ini tidak akan mengurangi kasak kusuk karyawan mencari informasi dari sumber lain, apakah melalui browser handphone, situs berita lain, atau majalah dan tabloid lain yang sangat mudah didapat.

Dari berbagai studi menunjukkan bahwa karyawan akan lebih produktif jika mereka menikmati pekerjaan yang dilakoni sehari-hari daripada mereka yang menganggap pekerjaan sebagai beban. Konotasi bekerja adalah tanggung jawab, bekerja adalah beban sudah waktunya perlu di-update menjadi bekerja adalah ajang permainan, bekerja adalah ajang pembuktian eksistensi diri.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: