jump to navigation

Susu sapi hanya baik untuk anak sapi September 8, 2010

Posted by deltawhiski in books, enzim, general, good book, pengobatan.
Tags: , , , , ,
trackback

Bagaimana jika ada yang mengatakan kepada Anda bahwa keyakinan, kepercayaan Anda sejak kecil ternyata tidak benar. Bukan sekedar tidak benar, lebih tepatnya salah total. Kurang lebih seperti membayangkan ada yang mengatakan kepada Anda bahwa Tuhan yang Anda sembah ternyata salah.

Wah wah wah, bisa perang dunia nih. Sejarah mencatat bahwa sebagian perang yang menelan korban jiwa besar adalah perang karena alasan agama.

Beruntung yang satu ini bukan agama atau Tuhan, melainkan susu.

Ya, sejak kecil sepanjang hidup kita sudah dicekoki dengan pengetahuan bahwa susu adalah minuman terbaik yang penuh gizi, vitamin dsb. Sampai-sampai di Indonesia ada slogan “Empat Sehat Lima Sempurna”, yang kurang lebih bisa diartikan kalau belum ada susu ya kesehatan kita belum sempurna.

Hmm, siapakah yang berani-beraninya menyebutkan susu itu bukan minuman sehat. Bukan sekedar bukan minuman sehat, dalam satu kalimatnya malah disebutkan susu adalah minuman yang buruk.

Bagi para gastroenterelogis dan ahli bedah di seluruh dunia, Hiromi Shinya, MD tidak perlu diperkenalkan lagi. Sebagai seoragn pelopor pembedahan menggunakan kolonoskop (dialah yang mengembangkan teknik tersebut – yang diberi nama sesuai dengan namanya – dan membantu merancang peralatan yang digunakan), Dr. Shinya dikenal luas sebagai salah seorang dokter terkemuka di dunia.

Dr. Shinya telah berpraktek kedokteran selama lebih dari empat puluh tahun, mengobati para presiden, perdana menteri, bintang filem, musisi, dan banyak, banyak lagi pasien lain yang tidak terkenal. Sepanjang karir kedokterannya, Dr. Shinya telah memeriksa lambung dan usus lebih dari 300.000 orang. Saat ini Dr. Shinya menjabat Profesor Klinis Pembedahan di Alber Einstein College of Medicine, New York City, dan Kepala Unit Endoskopi Bedah di Beth Israel Medical Center.

Susu dan Osteoporosis

Salah satu miskonsepsi umum yang terbesar mengenai susu adalah bahwa susu membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena jumlah kalsium dalam tubuh kita berkurang seiring dengan bertambahnya usia, kita diberi tahu untuk minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Namun ini adalah kesalahan besar. Minum susu terlalu banyak justru menyebabkan osteoporosis.

Penjelasannya begini, kadar normal kalsium dalam darah manusia berkisar pada 9 – 10 mg. Pada saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah akan meningkat tiba-tiba. Peningkatan yang tidak seharusnya ini memiliki sisi buruk, tubuh berusaha mengembalikan keadaan abnormal ini kembali normal dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Dari empat negara susu besar: Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia justru paling banyak ditemukan kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.

Susu pada wujud alaminya mengandung banyak unsur yang baik. Susu mengandung banyak jenis enzim, juga mengandung laktorerin yang dikenal memiliki efek antioksidan, anti peradangan, antivirus, dan pengatur imunitas tubuh. Namun susu yang dijual di toko-toko telah kehilangan seluruh sifat baik ini melalui proses pengolahannya.

Susu segar terdiri dari sekitar 4% lemak, sebagian besar terdiri dari partikel-partikel yang berbentuk butiran-butiran kecil. Jika susu segar dibiarkan, lemak akan membentuk lapisan krim di permukaan. Ketika susu segar masuk industrialisasi, susu dan lemak susu mengalami proses homogenisasi. Proses ini menyebabkan lemak susu menjadi lemak terhidrogenisasi (lemak teroksidasi) atau dapat dikatakan telah berkarat. Seperti halnya semua lemak terhidrogenisasi, lemak dalam susu homogen buruk bagi tubuh.

Susu untuk bayi

Kebanyakan orang memiliki cukup banyak enzim laktase ketika masih bayi. Enzim laktase ini berguna untuk mengurai laktosa. Laktosa adalah zat gula yang hanya terdapat dalam susu mamalia. Ketidakmampuan mengurai laktosa akan menyebabkan diare. Hal ini sering ditemui ketika bayi berganti dari ASI ke susu formula.

Seiring bertambahnya usia, enzim laktase pada manusia semakin berkurang dan tidak dimiliki lagi oleh orang dewasa. Hal ini menjelaskan mengapa sebenarnya Tuhan menciptakan manusia dan segala jenis mamalia lain hanya perlu minum susu ketika masih bayi, ketika belum bisa mencerna jenis makanan lain

Tidak ada mamalia lain di dunia ini yang minum susu setelah dewasa (kecuali homo sapiens = manusia).

Pengetahuan-pengetahuan baru yang membuat kita terkaget-kaget berulang kali ini ditulis Dr. Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzyme.

Buku yang awalnya booming di Jepang, ketika diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dengan judul asli “The Enzyme Factor” rata-rata terjual 100.000 copy setiap bulan sejak tahun 2008 – 2009 menjadikan buku tersebut salah satu bestseller buku kesehatan populer. Apa yang dituliskan di buku tersebut sangat sejalan dengan belasan buku diet kesehatan lain, juga bisa menjelaskan menu diet ketat bagi penderita kanker.

Penjelasan mengenai susu diatas hanya sebagian kecil dari isi buku The Miracle of Enzyme yang sesungguhnya menjelaskan pentingnya enzim bagi manusia. Selama ini enzim hanya dianggap sebagai katalisator (pemercepat) dalam proses metabolisme tubuh dan bukan sebagai zat utama. Itu mengapa dalam semua jenis makanan saat ini, yang menjadi perhatian adalah kandungan protein, kandungan vitamin, dan karbohidrat. Sedikitpun tidak ada yang menginformasikan mengenai kandungan enzim.

Padahal menurut Dr. Hiromi Shinya dalam bukunya, faktor enzim adalah sangat penting. Semua aktivitas metabolisme tubuh memerlukan enzim, namun cadangan enzim manusia adalah tidak tak terbatas. Hal ini bisa menjelaskan mengapa kemudian ada orang yang terkena sakit kanker dan berbagai jenis penyakit lain.

Walaupun menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai dokter, Dr. Hiromi Shinya juga mengkritik ilmu kedokteran modern (barat) yang meenganggap organ tubuh manusia sebagai komponen-komponen terpisah sehingga pengobatan barat tidak melihat kesehatan manusia sebagai suatu kesatuan fungsi yang terintegrasi.

Peringatan: Jangan membaca buku ini jika Anda bukan termasuk orang yang open minded. Namun sebaliknya jika Anda termasuk manusia yang open minded, terbuka untuk berbagai pengetahuan dan kemungkinan yang lebih baik, hanya satu rekomendasi, belilah buku ini. Buku ini suatu saat pasti sangat bermanfaat.

Bisa dipesan secara online di www.jendelailmu.com.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: