jump to navigation

Jangan Mati Sebelum Meninggalkan Pesan March 22, 2011

Posted by deltawhiski in general, Iinformation, IT.
Tags: , , ,
trackback

Ya, untuk menggambarkan keindahan Pulau Bali yang dijuluki pulau dewata, dulu di buku pelajaran SD ada tertulis “Jangan mati sebelum melihat Bali“.

Kehidupan jaman sekarang jauh lebih kompleks dibandingkan kehidupan jaman dahulu . Seiring dengan peningkatan kualitas hidup manusia yang didorong oleh perkembangan teknologi; bepergian dengan pesawat terbang yang pada jaman dahulu adalah barang mewah yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir manusia, saat ini sudah jauh lebih banyak orang yang bisa naik pesawat terbang. Mungkin pada jaman dahulu kesempatan berlibur ke Bali adalah pengalaman sekali seumur hidup, jaman sekarang sudah sangat banyak orang menjadikan Bali sebagai rumah kedua yang artinya setahun bisa didatangi sampai berkali-kali.

Kehidupan yang makin kompleks ini juga tercermin dari  semakin semakin beragamnya cara orang menyimpan hartanya. Kalau kita memperhatikan kehidupan masyarakat yang relatif masih tradisional, untuk mengetahui jumlah harta yang dimilikinya cukup perhatikan saja jumlah ternak sapi, kambing, ayam, serta rumah yang dimilikinya. Pada masyarakat yang sudah modern, hartanya sebagian besar malah tidak berbentuk. Uang yang disimpan dibank hanya diganti dengan selembar kertas yang disebut sertifikat deposito. Investasi dalam bentuk saham dan reksadana malah hanya diberi sebuah username dan password untuk mengakses datanya.

Pernahkah terbayang jika seseorang tiba-tiba meninggal tanpa sempat memberitahukan kepada keluarganya bahwa dia mempunyai simpanan disana-sini, memiliki investasi disana-sini. Betul, setiap orang perlu mempunyai rahasia paling tidak untuk dirinya sendiri, tetapi tidak untuk dibawa mati. Mungkin untuk harta yang masih ada bentuk fisiknya seperti sertifikat deposito, sertifikat tanah, emas masih bisa disimpan di safe deposit box; tetapi bagaimana dengan yang tidak mempunyai fisik seperti contoh diatas, akses login ke akun investasi. Bisa juga misalnya komitmen membantu seseorang atau sebuah yayasan yang dijanjikan secara pribadi dan sebagainya. Setiap orang mempunyai harapan agar “pekerjaan-pekerjaan”nya tidak berhenti ketika dia meninggal dunia.

Ketika berselancar ria, tanpa sengaja saya menemukan Iwishsite sebuah situs dengan konsep unik, yakni layanan untuk menyampaikan pesan terakhir kepada keluarga yang ditunjuk kalau seseorang member Iwishsite (dianggap) meninggal dunia.

Beginilah cara kerjanya: ketika kita / seseorang register ke Iwishsite, kita perlu menentukan berapa lama paling tidak kita perlu “melapor” bahwa kita masih hidup, misalkan di-set 30 hari.  Setiap kali kita mengunjungi (login) Iwishsite, kita akan dianggap masih hidup dan counter di Iwishsite akan reset hitung mundur 30 hari lagi. Dalam periode 30 hari tersebut, jika kita tidak pernah login, Iwishsite secara random juga akan mengirimkan email untuk menanyakan apakah kita masih hidup. Jika masih hidup, yang perlu dilakukan cukup dengan klik REPLY (tanpa perlu menuliskan apapun) dan SEND saja, atau hanya klik sebuah link yang disertakan di email tersebut.

Jika kita tidak merespon email dari Iwishsite, juga tidak pernah mengunjungi dan login ke situs Iwishsite selama 30 hari, maka Iwishsite menganggap kita sudah meninggal dunia dan meneruskan pesan terakhir kita kepada orang yang sudah kita tentukan sebelumnya.

Pesan terakhir yang dimaksud bisa saja berupa informasi dimana harta atau barang-barang tersimpan, juga bisa sekedar pesan betapa kita menyayangi mereka yang kita tinggalkan, atau sekedar hal-hal sederhana lain seperti berapa kali dan bagaimana memberi makan kucing atau anjing kesayangannya dan sebagainya.

Tentu saja pesan terakhir di Iwishsite tidak untuk dijadikan sebagai pengganti surat wasiat dan juga bukan alat bukti hukum yang sah dengan ahli waris. Layanan ini bisa dinikmati secara gratis, mengapa tidak mencoba.

Jadi, jangan mati sebelum meninggalkan pesan terakhir.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: