jump to navigation

Lebih Baik Terlambat Daripada Tidak October 12, 2011

Posted by deltawhiski in Uncategorized.
trackback

Indonesia memang negara yang unik.

Rasa malu semakin langka. Pejabat pemerintah, penegak hukum, anggota DPR berlomba-lomba merampok uang rakyat.

Ternyata tidak hanya pejabat pemerintah, operator telepon, dengan kedok menjual konten “kreatif” juga tanpa sungkan merampok pulsa pelanggan-pelanggannya.

Belakangan ini isu pencurian, kata halus dari perampokan yang sudah sedemikian kasat mata, muncul ke permukaan. Seperti biasa, pejabat kementerian, anggota DPR, sok tampil seakan-akan merekalah pahlawan yang siap membasmi para bengal. Kapan mereka action…, baru saja akan mulai.

Bapak-bapak yang terhormat, 5 (lima) tahun yang lalu saya sudah pernah menuliskan anatomi praktek kotor bisnis SMS premium. Arsipnya ada di milis ini. Tidak mengapalah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

****

Dear All,

Ijinkan saya ‘berbeda pendapat’ dengan rekan-rekan sekalian mengenai
bisnis SMS.

SMS adalah salah satu ‘invention’ paling berhasil dalam dekade
terakhir. Disebut paling berhasil dinilai dari penetrasi pasar, jumlah
pengguna, dan frekuensi penggunaan tidak diragukan lagi. Sumbangannya kepada peradaban manusia sehingga kita bisa saling berkomunikasi dimanapun berada dengan biaya yang sedemikian kecil kita juga sudah mahfum adanya.

Tetapi tatkala SMS ini mulai dibisniskan, telah telah terjadi penyalah
gunaan teknologi dan ‘pembodohan’ secara halus, intelek, bahkan
mungkin tidak disadari oleh si korban.

Pada dasarnya ada 2 jenis pemanfaatan SMS, sederhananya saya menamakan saja ‘aliran benar’ dan ‘aliran sesat’.

  1. Aliran Benar adalah mereka yang memanfaatkan SMS untuk tujuan menyebarkan informasi, menjual content, bahkan yang beriklan / menawarkan barang jualan (walaupun terkadang menjengkelkan) masih bisa dimasukkan dalam kategori aliran benar.
    Contoh: SMS dari presiden mengajak masyarakat berbuat sesuatu. Atau kalau ada diantara rekan-rekan yang pernah kredit sepeda motor melalui FIF, setiap akan jatuh tempo tagihan, sistem FIF secara otomatis mengirimkan SMS reminder. Kalau mau mendapat wejangan dan nasehat dari AA Gym setiap hari, berlanggananlah…, itu juga benar.
    Terserah, mau kelihatan pengirimnya NAMA (yang tidak bisa di-reply), premium number 4 angka, atau no HP biasa tidak menjadi masalah.
  2.  Yang saya anggap ‘aliran sesat’ adalah merekan yang menyalahgunakan SMS untuk mengeruk uang sebanyak-banyaknya dari pengirim SMS. Supaya jelas, saya menggunakan beberapa contoh.

– SMS pooling seperti di berbagai acara di televisi. Tujuan pooling
yang awalnya adalah pengumpulan suara sudah berubah karena dengan SMS pooling, pemilih bukan saja diperbolehkan, tetapi diminta ‘mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya’ agar kandidat yang difavoritkan menang. Pada prakteknya, ada orang tua yang mau anaknya tidak tereliminasi membeli pulsa dalam jumlah yang sangat banyak sekali dan dibagi-bagikan kepada orang-orang agar membantu mengirimkan SMS untuk memilih anaknya. Untuk sederhananya, sebenarnya apa bedanya orang tua ybs langsung memberikan sejumlah uang tertentu saja untuk kemenangan anaknya kepada panitia.

– SMS berhadiah. Kalau dulu perusahaan obat nyamuk ingin
menyelenggarakan undian berhadiah, maka produsen ybs meminta orang mengirimkan potongan kotak obat nyamuk kedalam amplop dan ditulis nama sebagai bukti kalau ybs sudah membeli obat nyamuk tersebut. Kotak2 atau potongan kotak inilah yang nantinya akan diundi. Semua orang boleh mengirimkan sebanyak2nya karena berarti produk obat nyamuknya laku semakin banyak. Pabrik ybs benar2 harus mengalokasikan dana promosi untuk program undian berhadian tersebut.

Tetapi jaman sekarang, katakan ada pabrik obat nyamuk ingin mengadakan program undian mobil, maka diiklankanlah sedemikian rupa agar orang2 mengirimkan SMS sebanyak2nya untuk memenangkan hadiah mobil.
Hubungannya dengan penjualan obat nyamuknya mana…, ya memang tidak ada. Nah, lantas apa keuntungannya mereka berpromosi dengan cara begini, simak penjelasan berikut ini:

Setiap pengirim SMS premium begini, rata-rata dikenai tarif 2000 /
SMS. Jauh lebih mahal dari SMS biasa yang hanya 250 – 350 / SMS.

Setiap kali seseorang mengirimkan SMS premium ke nomor yang umumnya 4 angka, operator seluler akan mengenakan biaya normal Rp. 350. Kemudian sistem secara otomatis juga akan mengirimkan balasan bahwa “… SMS Anda telah diterima, terima kasih atas partisipasinya… bla bla bla..” biasanya juga diembel-embeli “… kirimkan lagi SMS
sebanyak-banyaknya….”. Nah, untuk reply ini pun, operator seluler
mengenakan biaya Rp. 350.

Dari biaya yang dikenakan ke pengirim SMS Rp. 2000/SMS, Rp. 700 sudah dialokasikan, sisa Rp. 1300,- masuk ke kantong siapa. Nah, bagian
disini menjadi lebih menarik lagi.

Operator seluler yang sudah mengantongi Rp. 700, mendapat pembagian 1/2 dari Rp. 1300 yakni Rp. 650 sehingga total jendral setiap SMS Premium memberikan kontribusi kepada operator sebesar Rp. 1350. Masih ada sisa Rp. 650, kemanakah uang ini mengalir.

Bisa 2 skenario:

  •  Jika penyelenggara undian bisa membangun sistem sendiri maka semuanya akan mengalir ke penyelenggara undian.
  • – Tetapi pada umumnya, penyelenggara undian tidak membangun sistem sendiri karena investasinya dan pemeliharaannya sangat mahal, penyelenggara undian bisa bekerja sama dengan pihak lain yang membangun sistem tersebut dan EO-nya. Umumnya EO dan penyedia sistem adalah 2 pihak yang berbeda dengan model kerjasama profit sharing. Nah, sisa Rp. 650 ini akan dibagi lagi 3 pihak masing-masing kurang lebih 1/3 bagian. Penyelenggara undian, EO, dan penyedia sistem.

Kalau rekan Faisal ingin masuk ke bisnis SMS ini, silakan pilih positioning mana yang mau diambil. Sebagai penyedia content, pooling, atau program berhadiah…, Anda berkesempatan memperoleh income kurang
lebih Rp. 225 dari setiap pengirim SMS yang membayar Rp. 2000 untuk
itu. Anda punya banyak ide dan jago jualan, Anda boleh memilih menjadi EO yang menawarkan program aneh2 agar ada yang tertarik menjadi penyedia content. Atau kalau Anda jagoan dibidang TI dan bisa
membangun sistem SMS, silakan ajukan kerjasama ke operator seluler
agar Anda mendapat 4 angka sakti tersebut.

Pembodohannya dimana?

Perusahaan obat nyamuk seperti yang dicontohkan diatas, dulunya kalau mau berpromosi harus mengeluarkan biaya. Tetapi sekarang menggunakan sistem SMS malah bisa mendapat untung tambahan lagi. Tidak percaya, perhatikan dengan seksama berbagai iklan SMS berhadiah di media cetak maupun elektronik. Berhadiah mobil, berhadiah motor, macam2, kalau  diperhatikan betul terkadang tidak ada kaitannya sama sekali dengan penawaran pembelian produknya.

Di Indonesia ini ternyata cukup banyak orang edan yang bisa  mengirimkan SMS sampai ribuan SMS, bahkan puluhan ribu hanya untuk
berharap memenangkan sesuatu, mendukung seseorang supaya tidak angkat koper dari kompetisi dsb.

Acara pemilihan selebriti instant yang ditayangkan berbagai stasiun
televisi setiap harinya bisa menghasilkan uang dari ‘bagi-bagi kue
SMS’ dalam jumlah yang sangat tidak masuk akal. Jadi jangan berpikir
embel-embel menangkan hadiah mingguan, hadiah bulanan dan hadiah utama mobil atau rumah bagi pemenang kontes itu dari stasiun TV yang berbaik hati…, sama sekali bukan kawan. Itu uang urunan dari sekian banyak orang edan yang berlomba-lomba mengirim SMS premium
‘sebanyak-banyaknya’.

Secara bisnis, kalau Anda bisa mengemas sesuatu program dan hadiah
yang menarik, Anda bisa untung besar. Dapat nama lagi, orang2 berpikir
Anda sedemikian berbaik hati menyediakan banyak hadiah bagus2. Jangan salah, hadiah yang bagus2 juga merangsang orang mengirim SMS lebih banyak lagi bukan. Anda bisa jadi EO atau penyedia sistem SMS-nya, juga bisa sangat menguntungkan.

Yang Anda tidak bisa masuk…., adalah menjadi operator seluler yang
tentu saja selalu happy dan mendukung kalau lebih banyak lagi orang
edan yang mau bikin acara gila-gilaan supaya bisa menjaring lebih
banyak orang edan lagi yang mau ngirim SMS sebanyak-banyaknya.

Secara bisnis, YES bisnis content / pooling SMS masih menjanjikan. Ada
orang yang menjual produk tersebut secara beretika, contoh Manajemen
Qolbu, Undian Lion Air, Quick Count Pemilu dan sesungguhnya masih
banyak lagi. Tetapi income-nya tidak secepat kalau yang bikin undian
aneh2 dan tidak produktif sama sekali…, itu duitnya jauh lebih
kencang.

Pilih mana hayo…

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: